Akurat
Pemprov Sumsel

Parlemen Korea Selatan Menyetujui Penyelidikan Baru Tragedi Itaewon 2022 yang Menewaskan Hampir 200 Orang

Sulthony Hasanuddin | 2 Mei 2024, 16:18 WIB
Parlemen Korea Selatan Menyetujui Penyelidikan Baru Tragedi Itaewon 2022 yang Menewaskan Hampir 200 Orang

AKURAT.CO Majelis Nasional Korea Selatan pada Kamis (2/5/2024) melakukan pemungutan suara untuk menyetujui rancangan undang-undang peluncuran penyelidikan baru terhadap kerumunan massa di festival Halloween atau dikenal sebagai tragedi Itaewon 2022.

RUU sebelumnya, yang didukung oleh parlemen yang dipimpin oposisi tanpa dukungan dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan, diveto oleh Presiden Yoon Suk-yeol pada bulan Januari lalu.

RUU terbaru ini merupakan kompromi yang menghapuskan pemberian kekuasan investigasi penuh kepada panel, yang ditolak oleh presiden Korea Selatan itu.

Baca Juga: Apa Itu Xenofobia? Disebut Joe Biden Sebagai Penyebab Krisis Ekonomi yang Melanda China, Jepang dan India

Berdasarkan RUU tersebut, sebuah komite yang terdiri dari anggota yang direkomendasikan oleh partai berkuasa dan oposisi, dan ketua yang dipilih oleh mereka melalui konsultasi akan menyelidiki tragedi tersebut.

Pengesahan RUU itu terjadi setelah Yoon Suk-yeol bertemu pemimpin oposisi Lee Jae-myung dari Partai Demokrat menyusul kekalahan telak PPP dalam pemilu bulan lalu.

Baca Juga: Pernah Jadi Bagian dari Australia, Begini Nasib Papua Nugini yang Kini Dilanda Krisis

Hal ini juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pihak berwenang, termasuk dari keluarga korban, untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Seorang juru bicara kepresidenan menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara kedua partai sebagai indikasi kembalinya kerja sama dalam politik.

Kerumunan di distrik Itaeweon, Seoul, Korea Selatan sendiri pada Halloween 2022 menewaskan hampir 160 orang dan kerabat para korban serta komite Hak Asasi Manusia PBB menyerukan penyelidikan independen.

Baca Juga: SIMAK Daftar Harga Terbaru BBM Jakarta Per 2 Mei 2024, Termurah Rp10 Ribu per Liter

Investigasi polisi yang diterbitkan awal tahun lalu menyimpulkan bahwa kurangnya persiapan dan respons yang tidak memadai merupakan faktor utama di balik serangan mematikan tersebut.

Pada bulan Januari, jaksa penuntut Korea Selatan mendakwa mantan Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul dan menuduhnya berkontribusi karena kelalaiannya terhadap hal tersebut.

Sejauh ini belum ada tokoh senior di pemerintahan, termasuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keamanan Korea Sekatan yang mengundurkan diri atau dipecat karena peristiwa tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.