Parlemen Korea Selatan Menyetujui Penyelidikan Baru Tragedi Itaewon 2022 yang Menewaskan Hampir 200 Orang

AKURAT.CO Majelis Nasional Korea Selatan pada Kamis (2/5/2024) melakukan pemungutan suara untuk menyetujui rancangan undang-undang peluncuran penyelidikan baru terhadap kerumunan massa di festival Halloween atau dikenal sebagai tragedi Itaewon 2022.
RUU sebelumnya, yang didukung oleh parlemen yang dipimpin oposisi tanpa dukungan dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan, diveto oleh Presiden Yoon Suk-yeol pada bulan Januari lalu.
RUU terbaru ini merupakan kompromi yang menghapuskan pemberian kekuasan investigasi penuh kepada panel, yang ditolak oleh presiden Korea Selatan itu.
Berdasarkan RUU tersebut, sebuah komite yang terdiri dari anggota yang direkomendasikan oleh partai berkuasa dan oposisi, dan ketua yang dipilih oleh mereka melalui konsultasi akan menyelidiki tragedi tersebut.
Pengesahan RUU itu terjadi setelah Yoon Suk-yeol bertemu pemimpin oposisi Lee Jae-myung dari Partai Demokrat menyusul kekalahan telak PPP dalam pemilu bulan lalu.
Baca Juga: Pernah Jadi Bagian dari Australia, Begini Nasib Papua Nugini yang Kini Dilanda Krisis
Hal ini juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pihak berwenang, termasuk dari keluarga korban, untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.
Seorang juru bicara kepresidenan menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara kedua partai sebagai indikasi kembalinya kerja sama dalam politik.
Kerumunan di distrik Itaeweon, Seoul, Korea Selatan sendiri pada Halloween 2022 menewaskan hampir 160 orang dan kerabat para korban serta komite Hak Asasi Manusia PBB menyerukan penyelidikan independen.
Baca Juga: SIMAK Daftar Harga Terbaru BBM Jakarta Per 2 Mei 2024, Termurah Rp10 Ribu per Liter
Investigasi polisi yang diterbitkan awal tahun lalu menyimpulkan bahwa kurangnya persiapan dan respons yang tidak memadai merupakan faktor utama di balik serangan mematikan tersebut.
Pada bulan Januari, jaksa penuntut Korea Selatan mendakwa mantan Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul dan menuduhnya berkontribusi karena kelalaiannya terhadap hal tersebut.
Sejauh ini belum ada tokoh senior di pemerintahan, termasuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keamanan Korea Sekatan yang mengundurkan diri atau dipecat karena peristiwa tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








