Pertempuran Gaza Semakin Intensif, Israel Pertanyakan Orang-orang Bersenjata di Lokasi PBB

AKURAT.CO Pasukan Israel memerangi Hamas di Gaza pada Rabu kemarin termasuk di kota Rafah yang telah menjadi tempat berlindung bagi warga sipil akibat serangan yang terjadi.
Permusuhan antara Israel dan PBB memburuk ketika tentara Israel mencari penjelasan atas rekaman yang menunjukkan orang-orang bersenjata di samping kendaraan badan bantuan PBB untuk Palestina.
Israel mengatakan pasukannya telah mengidentifikasi para pejuang di kompleks logistik pusat badan bantuan Palestina (UNRWA) di Timur Rafahb dan menuntut penjelasan.
Baca Juga: PN Jakarta Utara Perintahkan PT TForce Kembalikan Uang Nasabah
"PBB telah menjadi entitas teroris karena bekerja sama dengan Hamas dan menutupinya," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan dikutip Kamis (16/5/2024).
UNRWA membantah telah bekerja sama dengan Hamas.
Seorang juru bicara UNRWA mengatakan bahwa badan tersebut tidak dapat memverifikasi keaslian atau isi video tersebut.
Namun kemungkinan besar video tersebut menunjukkan gudang UNRWA di Rafah yang ditinggalkan stafnya pada Minggu 6 Mei lalu.
Baca Juga: DPR Optimis Pemerintah Mampu Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Transisi
Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa orang-orang itu berada di sana untuk melindungi distribusi bantuan.
"Ini adalah tuduhan palsu dan kebohongan. Mereka adalah pasukan polisi yang bertugas untuk mengamankan pusat bantuan dari tindakan pencurian dan penjarah," katanya.
Saat ini PBB juga sedang menyelidiki serangan terhadap sebuah mobil di Rafah minggu ini yang menewaskan anggota staf internasional mereka.
Baca Juga: PLN Cabut Listrik Pedagang Martabak Usai Viral Kasus Dishub, Netizen: Gak Setoran, Gak Aman!
Secara terpisah, India berupaya membawa pulang jenazah seorang staf PBB yang tewas di Rafah akibat apa yang dikatakan oleh badan dunia itu sebagai tembakan tank.
Pasukan Israel sendiri dalam beberapa hari terakhir telah mendesak masuk bagian timur Rafah untuk mengejar apa yang mereka katakan sebagai tempat bataylon Hamas.
Baca Juga: Bahlil Mau Kasih Izin Usaha Tambang ke Ormas, GP Ansor: Ide Bagus
Meskipun hal tersebut mendapatkan peringatan dari sekutu utama mereka, Amerika Serikat, untuk menunda serangan demi menghindari jatuhnya korban sipil secara massal.
Amerika Serikat juga menginginkan Israel untuk membuat rencana yang jelas bagi masa depan Gaza.
Sebuah posisi yang digarisbawahi oleh Menteri Luar Negeri Anthony Blinken dengan mengatakan bahwa pendudukan Israel maupun pemerintahan Hamas tidak dapat diterima.
"Kita juga tidak bisa membiarkan adanya anarki dan kekosongan yang kemungkinan besar akan diisi oleh kekacauan," ujarnya dalam sebuah kunjungan ke Ukraina.
Baca Juga: Kementerian PUPR Segera Bangun 200 Rumah untuk Korban Banjir Bandang Sumbar
Pernyataan tersebut mengundang reaksi dari Israel, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa perencanaan pascaperang tidak mungkin dilakukan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan penghancuran Hamas.
Netanyahu kemudian ditantang secara terbuka mengenai rencana pascaperang untuk Gaza oleh menteri pertahanannya.
Yoav Gallant mengatakan bahwa dia telah mencoba mempromosikan cetak biru untuk pemerintahan alternatif Gaza yang terdiri dari orang-orang Palestina.
Tetapi, tidak mendapat tanggapan dari berbagai forum kabinet pengambilan keputusan di bawah Netanyahu.
"Saya meminta perdana menteri untuk mengumumkan bahwa Israel tidak akan menguasai Gaza secara militer," kata Gallant.
Baca Juga: Perhatikan 5 Syarat Badal Haji untuk Orang yang Sudah Meninggal
"Alternatif terhadap pemerintahan Hamas harus dibentuk," lanjutnya.
Sebagai tanggapan nyata, Netanyahu mengatakan bahwa setiap langkah untuk membentuk alternatif selain Hamas sebagai pemerintah Gaza mengharuskan mereka dilenyapkan terdahulu dan menuntut tujuan ini dicapai tanpa alasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









