Akurat
Pemprov Sumsel

Kontroversi Pemerintahan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Ternyata Pernah Eksekusi Ribuan Tahanan Politik!

Iim Halimatus Sadiyah | 20 Mei 2024, 13:57 WIB
Kontroversi Pemerintahan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Ternyata Pernah Eksekusi Ribuan Tahanan Politik!

AKURAT.CO Sejak Ebrahim Raisi dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter, kini masyarakat kembali mengingat kontroversi pemerintahan Presiden Iran yang menjadi sejarah penting.

Ebrahim Raisi dianggap sebagai Presiden Iran yang kontroversi karena rekam jejaknya di dunia politik, seperti masalah HAM hingga membuat Iran sering mendapatkan sanksi Internasional.

Pemilih umum (Pemilu) pada saat terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran, ternyata menjadi salah satu pesta demokrasi dengan jumlah pemilih terendah dalam sejarah negara tersebut.

Sejak saat itu, munculah kontroversi selama masa jabatan Presiden Iran Ebrahim Raisi yang disering terkena masalah HAM.

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Ebrahim Raeisi, Presiden Iran yang Tewas karena Kecelakaan Helikopter

Mengutip berbagai sumber, Senin (20/5/2024), berikut ini dua kontroversi Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Kontroversi Presiden Iran Ebrahim Raisi

1. Eksekusi mati ribuan tahanan politik

Kasus eksekusi mati ribuan tahanan politik di Iran tahun 1988, merupakan salah satu kontroversi mendunia, karena Ebrahim Raisi terlibat. 

Berbagai organisasi pejuang hak asasi manusia (HAM) di Iran, terus menuntut tanggung jawab Raisi hingga puluhan tahun setelah kejadian tersebut.

Setelah peristiwa perang Irak-Iran selesai, ribuan tahanan politik diadili ulang oleh pengadilan pada tahun 1988. 

Baca Juga: 6 Fakta Kecelakaan Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi

Anggota kelompok oposisi ekstrim Mujahedin-e Khalq (MEK), juga dikenal sebagai Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI), adalah mayoritas dari tahanan tersebut.

Persidangan ulang para tahanan, diminta untuk memperkenalkan diri. Mereka yang menanggapi sebagai "mujahidin" akan dihukum mati. 

Beberapa orang juga ditanyai apakah mereka bersedia membersihkan ladang ranjau untuk pasukan Iran.

Hingga saat ini, tidak ada yang tahu berapa banyak tahanan yang dihukum mati oleh pengadilan tersebut. 

Namun, sejumlah kelompok pejuang HAM menyatakan bahwa setidaknya 5.000 orang dieksekusi dan jenazah mereka dikubur secara massal tanpa tanda. 

2. Sanksi Internasional untuk Raisi dari Amerika Serikat

Kementerian Keuangan Amerika Serikat pernah menjatuhi sanksi kepada Raisi pada tahun 2019.

Sanksi tersebut ditujukan kepada Raisi, karena adanya eksekusi mati yang dijatuhkan oleh Pengadilan Iran melalui Kantor Departemen Pengendalian Aset Asing (OFAC).

Baca Juga: Meninggal karena Kecelakaan, Terpilihnya Presiden Iran Ebrahim Raisi pada 2021 Dipenuhi Reaksi Masyarakat Dunia

Padahal, undang-undang HAM secara tegas melarang hukuman mati kepada orang di bawah 18 tahun.

Namun ternyata, pengadilan Iran menjatuhkan eksekusi mati terhadap 7 pelanggar hukum di bawah umur pada 2018 dan 2 orang pelanggar pada 2019.

Tak hanya itu, namun ada 90 pelanggar hukum di bawah umur di Iran yang diberi hukuman mati pada 2019. 

Bahkan pada 2018 hingga 2019, sudah ada 8 pengacara ditangkap karena membela aktivis HAM dan tahanan politik, yang berujung dijatuhi pidana penjara dalam waktu lama.

Itulah dua kontroversi dari Presiden Iran, Ebrahim Raisi yang menjadi sejarah penting untuk Iran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.