Disambut Baik Hamas, Ini Isi Resolusi Gencatan Senjata di Jalur Gaza yang Didukung Dewan Keamanan PBB

AKURAT.CO Kelompok Islam Palestina, Hamas, menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung proposal gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas menyatakan siap bekerja sama dengan mediator dalam melaksanakan prinsip-prinsip rencana tersebut.
Hamas mengatakan mereka hanya bersedia menerima kesepakatan yang akan mengakhiri perang di Gaza, sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan dia bertekad untuk melanjutkan perang melawan Hamas.
Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Dukung Penuh Rencana Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza
Sambutan baik Hamas terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB itu berisi menegaskan gencatan senjata permanen di Gaza, penarikan penuh pasukan, dan masih banyak lagi. Berikut daftar permintaan Hamas terhadap resolusi gencatan senjata di Gaza.
- Menegaskan gencatan senjata permanen di Gaza
- Penarikan penuh pasukan
- Pertukaran tahanan
- Rekonstruksi
- Pemulangan pengungsi ke wilayah tempat tinggal mereka
- Penolakan terhadap perubahan atau pengurangan demografi di wilayah Jalur Gaza, dan
- Pengiriman bantuan yang diperlukan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menguraikan perjanjian gencatan senjata bulan lalu dan memperkirakan gencatan senjata dilakukan secara bertahap, yang pada akhirnya mengarah pada berakhirnya perang secara permanen.
Baca Juga: Amankan Pertandingan Indonesia Vs Filipina, 2.086 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan
Namun Israel mengatakan pihaknya hanya akan menyetujui jeda sementara sampai Hamas dikalahkan, sementara Hamas membantah bahwa pihaknya tidak akan menerima kesepakatan yang tidak menjamin perang akan berakhir.
Ketika konflik sudah memasuki bulan kesembilan, rencana tersebut mendapat dukungan lebih lanjut pada hari Senin dari PBB di mana 14 anggota Dewan Keamanan mengadopsi resolusi yang dirancang AS untuk mendukung usulan tersebut, sementara Rusia abstain.
Secara terpisah, Jihad Islam mengatakan pada Selasa (11/6/2024) pagi bahwa mereka memandang positif erhadap apa yang termasuk dalam resolusi tersebut.
Terutama dalam hal membuka pintu untuk mencapai penghentian agresi secara menyeluruh dan penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Hamas juga mengatakan pihaknya bersedia terlibat dalam negosiasi tidak langsung mengenai penerapan prinsip-prinsip tersebut yang konsisten dengan tuntutan rakyat dan perlawanan mereka.
Baca Juga: 5 Keistimewaan Abu Hurairah, Sahabat Nabi yang Dikenal Jenius dan Hafal Ribuan Hadits Nabi
Di Tepi Barat yang diduduki Israel, Kepresidenan Palestina juga ikut menyambut baik resolusi tersebut dengan mengatakan bahwa kepresidenan setuju dengan resolusi apa pun yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan menjaga kesatuan tanah Palestina.
Lebih dari 37.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel yang telah berlangsung selama delapan bulan di Jalur Gaza.
Perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menculik sekitar 250 lainnya, menurut penghitungan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









