Hamas Sambut Baik Resolusi Gencatan Senjata, Tanda Penuh Harapan

AKURAT.CO Amerika Serikat senang dengan respons Hamas yang menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mendukung rencana mengakhiri perang dengan Israel di Gaza.
AS pun siap untuk merundingkan rincian resolusi tersebut.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyebut respons kelompok Hamas itu sebagai tanda penuh harapan.
Namun demikian, pernyataan pasti masih diperlukan dari Hamas.
Blinken bertemu dengan para pejabat Israel di Tel Aviv pada Selasa (11/6/2024), sebagai upaya untuk mengakhiri perang Israel dan Hamas sejak Oktober 2023 yang telah menghancurkan Jalur Gaza.
Sehari sebelumnya usulan gencatan senjata dari Presiden AS, Joe Biden, disetujui oleh Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Dukung Penuh Rencana Gencatan Senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2024), usai pembicaraan dengan para pemimpin Israel, Blinken mengatakan bahwa diskusi yang juga membahas rencana pascaperang akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, Israel dan Hamas sama-sama mengulangi sikap garis keras yang telah menggagalkan upaya gencatan senjata.
Sementara, militer Israel terus melanjutkan serangan di Gaza bagian tengah dan selatan.
Adapun, resolusi Gaza yang diusung Presiden Biden mencakup gencatan senjata dan pembebasan sandera secara bertahap dengan imbalan warga Palestina yang dipenjara di Israel, yang pada akhirnya mengarah pada berakhirnya perang secara permanen.
Sejauh ini, sekitar 37.200 warga Palestina, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, menjadi kobran tewas dalam perang Gaza. Lebih dari 84.800 lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Hamas Desak Amerika Serikat Agar Israel Segera Mengakhiri Perang Gaza
Sebagian besar wilayah Jalur Gaza hancur di tengah blokade Israel yang melumpuhkan terhadap akses makanan, air bersih dan obat-obatan.
Mahkamah Internasional (International Court of Justice) menuding Israel melakukan genosida di Palestina.
Putusan terbaru Mahkamah Internasional memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan operasinya di Kota Rafah, di mana lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







