AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran terkait situasi di Jalur Gaza, Palestina, bahwa tidak ada tempat yang aman di wilayah yang terkepung tersebut.
"Tingkat pertempuran dan kehancuran yang ekstrem di Gaza tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan. Di mana-mana terdapat potensi zona pembunuhan. Ini saatnya bagi semua pihak yang berkonflik untuk menunjukkan keberanian dan kemauan politik untuk bersepakat pada akhirnya," jelas Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dikutip dari Anadolu, Rabu (17/7/2024).
Secara terpisah, Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan, PBB mengingatkan semua pihak untuk menghormati kewajiban di bawah hukum humaniter internasional dan untuk selalu berhati-hati dalam menyelamatkan warga dan objek sipil.
"Saya dapat memberitahu Anda lebih lanjut bahwa kami dan mitra kemanusiaan kami terus membantu keluarga yang mengungsi dari Gaza utara ke daerah di selatan," katanya.
Baca Juga: Polisi Dalami Penggunaan Dana Perusahaan dalam Kasus Penggelapan oleh Tiko Aryawardhana
Dujarric menyoroti bahwa Kantor PBB dan Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa dengan setiap arahan evakuasi baru, keluarga-keluarga di Gaza dipaksa untuk membuat pilihan yang mustahil.
Mereka tetap berada di tengah pertempuran aktif atau melarikan diri ke daerah-daerah yang memiliki sedikit ruang atau layanan.
"Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Tidak ada tempat bernaung, tidak ada rumah sakit dan tidak ada yang disebut zona kemanusiaan," ujarnya.
Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan gencatan senjata, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan terus menerus di Gaza sejak kelompok pejuang Hamas memantiknya pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Cerah dan Berawan Sampai Dini Hari Nanti
Otoritas kesehatan setempat mencatat, hampir 38.700 warga Palestina tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 89.000 orang terluka.
Lebih dari sembilan bulan setelah serangan balasan Israel, sebagian besar Jalur Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih dan obat-obatan.
Mahkamah Internasional menuduh Israel melakukan genosida.
Keputusan terbarunya memerintahkan Israel segera menghentikan operasi militer di Kota Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan sebelum diinvasi pada 6 Mei 2024.
Baca Juga: Gibran Mundur sebagai Wali Kota, PDIP: Seharusnya Sejak Masa Kampanye
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









