Direktur Secret Service AS Kimberly Cheatle Mengundurkan Diri, Kenapa?

AKURAT.CO Kimberly Cheatle telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai Direktur Secret Service AS.
Kimberly Cheatle mengundurkan diri di tengah penyelidikan mengenai masalah keamanan terkait dengan upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump baru-baru ini.
Baca Juga: Kepala Secret Service AS Mengundurkan Diri Setelah Tragedi Penembakan Terhadap Donald Trump di Pennsylvania
Dalam surat pengunduran dirinya, Kimberly Cheatle mengatakan bahwa ia telah gagal atas insiden penembakan terhadap Donald Trump baru-baru ini.
“Ini adalah kegagalanyang tidak dapat diterima dari Dinas Rahasia,” ujar Cheatle dikutip pada Rabu (27/7/2024).
Hal ini yang membuat ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya saat ini.
"Mengingat kejadian baru-baru ini, dengan berat hati saya telah membuat keputusan sulit untuk mengundurkan diri sebagai Direktur Secret Service AS," tulis Cheatle.
Meskipun begitu, pengunduran diri Cheatle sebenarnya terjadi karena adanya tekanan dari anggota parlemen dari kedua partai, Republik dan Demokrat.
Para legislator ini menuntut pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi dan tidak puas dengan penolakan Cheatle untuk memberikan rincian spesifik terkait serangan tersebut.
Cheatle berdalih bahwa masih ada beberapa penyelidikan aktif terkait kasus tersebut, namun para anggota parlemen tidak terbujuk dengan alasan ini.
Mereka merasa bahwa publik berhak mengetahui lebih banyak tentang apa yang terjadi dan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Ketidakjelasan dan kurangnya transparansi dari Cheatle semakin memperburuk situasi dan pada akhirnya memaksanya untuk mundur dari jabatannya.
Presiden dan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Alejandro Mayorkas mengucapkan terima kasih kepada Cheatle atas jasanya.
Mayorkas kemudian menunjuk Wakil Direktur, Ronald Rowe sebagai pelaksana tugas direktur, dimana Ronald telah bekerja di lembaga tersebut selama 23 tahun.
"Pada saat ini, kita harus tetap fokus," kata Ronald Rowe.
"Kita akan memulihkan kepercayaan dan keyakinan publik Amerika dan orang-orang yang dipercaya untuk kita lindungi," sambungya.
Baca Juga: Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Bakal Bertemu di Florida Jumat Ini, Bahas Apa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






