Akurat
Pemprov Sumsel

Israel Kembalikan 80 Jenazah Warga Palestina di Tengah Eskalasi Serangan Udara di Gaza

Sulthony Hasanuddin | 6 Agustus 2024, 08:30 WIB
Israel Kembalikan 80 Jenazah Warga Palestina di Tengah Eskalasi Serangan Udara di Gaza

AKURAT.CO Israel telah mengembalikan lebih dari 80 jenazah warga Palestina yang tewas dalam serangan militernya di Jalur Gaza, sementara serangan udara Israel pada hari Senin menewaskan setidaknya 18 orang.

Yamen Abu Suleiman, direktur Layanan Darurat Sipil Palestina di Khan Younis di Gaza selatan, mengatakan belum jelas apakah jenazah tersebut digali dari kuburan oleh tentara selama serangan darat, atau apakah mereka tahanan yang telah disiksa dan dibunuh.

"Pendudukan tidak memberikan informasi tentang nama, usia, atau apa pun. Ini adalah kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Abu Suleiman, dikutip Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: PBB: Sembilan Staf Laki-laki Unrwa Dipecat Karena Dugaan Keterlibatan Serangan Hamas 7 Oktober

Dia mengatakan jenazah akan diperiksa untuk menentukan penyebab kematian dan mengidentifikasi mereka, sebelum dimakamkan di kuburan massal di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan Israel telah mengirim 89 jenazah sebagai tulang dan tubuh yang membusuk dengan cara yang tidak manusiawi.

Mereka menambahkan bahwa pasukan Israel telah mencuri 2.000 jenazah sejak 7 Oktober dari puluhan kuburan yang dibuldoser selama serangan militer yang sedang berlangsung.

Tidak ada komentar langsung dari militer Israel tentang pengembalian jenazah tersebut.

Sebelumnya, Israel mengatakan telah mengembalikan jenazah setelah memastikan mereka bukan sandera Israel yang telah ditahan oleh Hamas sejak serangan 7 Oktober di Israel.

Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Lulusan Kampus Mana? Ternyata Pernah Sekolah di SMP Kristen

Tidak Ada Kesepakatan Gencatan Senjata

Di Yerusalem, Forum Keluarga Sandera Israel bertanya mengapa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengizinkan penyerahan jenazah Palestina tanpa kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

"Mengapa jenazah dikembalikan di luar kerangka kesepakatan komprehensif? Kesepakatan semacam itu bisa membawa kembali sandera yang masih hidup untuk rehabilitasi dan jenazah untuk pemakaman yang layak," mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Di tenggara Khan Younis, penduduk mengatakan penembakan udara dan tank Israel terus berlanjut sepanjang malam, termasuk di area yang telah dikeluarkan perintah evakuasi oleh Israel, yang menyatakan bahwa militan telah melakukan serangan dari sana.

Sebuah serangan udara Israel menewaskan delapan warga Palestina dalam sebuah kendaraan di jalan dekat Khan Younis pada hari Senin, kata petugas medis.

Baca Juga: Tunggu Persetujuan DPRD, Dua Ribu Guru Honorer di Jakarta Menanti Diangkat Jadi KKI

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah membunuh Abdel-Fattah Al-Zriei, yang dikatakan terlibat dalam departemen pembuatan senjata di Hamas. Serangan tersebut terjadi pada hari Minggu, tambahnya.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan Zriei, yang merupakan wakil menteri ekonomi di Jalur Gaza, dibunuh dalam serangan Israel di rumahnya di Deir Al-Balah, di Gaza tengah, yang juga menewaskan ibunya.

Menurut hitungan Israel, 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas di Israel selatan dan 250 orang ditawan. Setidaknya 39.550 warga Palestina telah tewas dalam kampanye militer Israel di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan antara pejuang dan warga sipil.

Baca Juga: Benny Rhamdani Ngaku Dapat Inisial T dari Orang yang Sudah Meninggal

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan sebagian besar korban tewas adalah warga sipil. Israel, yang kehilangan sekitar 330 tentara di Gaza, mengatakan sekitar sepertiga dari korban tewas Palestina adalah pejuang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.