Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenal Festival Mooncake: Perayaan Tradisi, Kebersamaan, dan Legenda di Bawah Cahaya Bulan

Sulthony Hasanuddin | 17 September 2024, 16:25 WIB
Mengenal Festival Mooncake: Perayaan Tradisi, Kebersamaan, dan Legenda di Bawah Cahaya Bulan

AKURAT.CO Festival Mooncake, atau Festival Pertengahan Musim Gugur, adalah salah satu perayaan penting dalam budaya Tiongkok yang telah berlangsung selama lebih dari 3.000 tahun.

Diperingati setiap tanggal 15 bulan ke-8 dalam kalender lunar, festival ini jatuh pada saat bulan purnama dianggap paling terang dan terbesar.

Di tahun 2024, Festival Mooncake dirayakan pada 17 September, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini dipenuhi dengan tradisi, makanan khas, serta makna kebersamaan yang mendalam.

Baca Juga: Resep Kue Bulan Ala Chef Devina, Kue Tradisi Tionghoa dalam Festival Pertengahan Musim Gugur

Mooncake, atau kue bulan, adalah simbol utama dari festival ini.

Kue berbentuk bulat yang melambangkan persatuan dan kebersamaan ini terbuat dari kulit tipis dan diisi dengan berbagai macam isian, seperti pasta kacang merah, lotus, hingga kuning telur bebek yang diasinkan, yang melambangkan bulan.

Kue bulan bukan hanya kudapan lezat, tetapi juga memiliki makna simbolis. Dalam tradisi, mooncake digunakan sebagai persembahan kepada dewi bulan, Chang’e, serta dijadikan hadiah untuk kerabat dan teman, sebagai ungkapan harapan akan kebahagiaan dan kelimpahan.

Legenda di Balik Festival

Festival Mooncake tak lepas dari legenda Dewi Bulan, Chang’e. Cerita yang paling terkenal adalah tentang seorang pemanah bernama Hou Yi, yang berhasil menyelamatkan dunia dari 10 matahari yang hampir membakar bumi.

Baca Juga: Penurunan Kelas Menengah dan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sebagai hadiah, Hou Yi diberikan pil keabadian oleh seorang dewi. Namun, karena suatu insiden, Chang’e, istri Hou Yi, akhirnya menelan pil itu dan melayang ke bulan, di mana ia tinggal selamanya. Sejak saat itu, orang-orang mempersembahkan kue bulan sebagai penghormatan kepada Chang’e.

Baca Juga: Festival Graffiti Internasional IV: King Royal Pride 2024 Bakal Cetak MURI

Legenda ini menambah sentuhan mistis dan magis pada Festival Mooncake.

Pada malam perayaan, banyak orang berkumpul bersama keluarga, menikmati kue bulan sambil melihat keindahan bulan purnama, yang dipercaya merupakan saat Chang’e menampakkan diri dari kediamannya di bulan.

Tradisi dan Aktivitas Perayaan

Selain menikmati kue bulan, Festival Mooncake diwarnai dengan berbagai kegiatan yang sarat makna.

Berikut beberapa tradisi utama yang dilakukan saat perayaan:

1. Berkumpul Bersama Keluarga

Sama seperti Tahun Baru Imlek, Festival Mooncake adalah momen penting untuk berkumpul bersama keluarga.

Tradisi ini menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dan mempererat hubungan antarkeluarga di bawah cahaya bulan purnama, yang melambangkan harmoni dan persatuan.

Baca Juga: China Terbuka: Bentrok di Putaran Pertama, Anthony Ginting Menangi Perang Saudara atas Chico

2. Menyaksikan Bulan Purnama

Mengagumi bulan purnama merupakan bagian penting dari perayaan ini. Banyak keluarga dan teman-teman berkumpul di taman, pekarangan rumah, atau bahkan di tepi pantai untuk menikmati bulan yang bersinar terang. Tradisi ini mencerminkan keindahan dan makna spiritual dari festival tersebut.

3. Lentera dan Pertunjukan Seni

Lentera berwarna-warni sering menghiasi langit saat perayaan Festival Mooncake. Lentera ini bisa berbentuk bulat, naga, atau simbol lainnya, yang menggambarkan harapan akan nasib baik dan kesejahteraan. Beberapa daerah juga menyelenggarakan pertunjukan seni seperti tarian naga, tarian singa, serta parade lentera yang meriah.

4. Persembahan untuk Leluhur dan Dewa

Di beberapa tempat, masyarakat masih melakukan persembahan kepada leluhur dan Dewa Bulan. Ritual ini melibatkan kue bulan, buah-buahan, dan teh, sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur atas berkah yang diterima.

Festival Mooncake di Berbagai Negara

Meski berasal dari Tiongkok, Festival Mooncake juga dirayakan di negara-negara lain dengan komunitas Tionghoa yang besar, seperti Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, hingga Indonesia. Di setiap negara, perayaan ini sedikit berbeda dalam hal tradisi dan makanan, tetapi esensi dari festival—yaitu kebersamaan, rasa syukur, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik—tetap sama.

Di Indonesia, khususnya di kota-kota dengan komunitas Tionghoa seperti Medan, Jakarta, dan Surabaya, festival ini turut dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti bazar, festival kuliner, hingga parade budaya.

Banyak toko kue juga mulai menawarkan kue bulan dengan cita rasa lokal, seperti durian, pandan, hingga talas bahkan boba untuk memberikan sentuhan khas Indonesia.

Baca Juga: Perusahaan Bubble Tea di Malaysia Luncurkan Kue Bulan Isi Boba, Tertarik Mencoba?

Makna Modern Festival Mooncake

Di era modern, Festival Mooncake tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga ajang komersial dan sosial yang besar.

Banyak restoran dan toko kue yang berlomba-lomba menciptakan variasi kue bulan dengan rasa dan desain yang inovatif. Kini, selain isian klasik seperti pasta kacang merah dan kuning telur bebek, tersedia juga rasa-rasa modern seperti cokelat, green tea, dan buah-buahan eksotis.

Festival ini juga semakin mendunia dengan berbagai bentuk perayaan, dari acara bertema di pusat-pusat perbelanjaan hingga promosi di media sosial.

Meski mengalami modernisasi, nilai inti dari Festival Mooncake—yakni rasa syukur, kebersamaan, dan harmoni keluarga—tetap terjaga dan dirayakan dengan penuh suka cita di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Umrah bersama Ustaz Derry Sulaiman, Jennifer Coppen Sempat Menolak

Festival Mooncake adalah momen di mana kita tidak hanya menikmati kelezatan kue bulan, tetapi juga merayakan hubungan antar keluarga, mengagumi keindahan alam, dan mengingat cerita-cerita yang membentuk identitas budaya yang kaya.

Di bawah cahaya bulan purnama yang bersinar terang, festival ini mengingatkan kita akan pentingnya merawat hubungan dengan orang-orang terdekat, sambil menatap masa depan dengan harapan yang cerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.