Milisi Irak Klaim Serangan ke Target Vital di Israel Sebagai Solidaritas untuk Palestina

AKURAT.CO Pada Minggu (22-9/2024), kelompok milisi Irak yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan pesawat tanpa awak dan rudal yang menargetkan "sasaran vital" di Israel.
Dalam pernyataannya, mereka menyatakan telah menyerang beberapa situs di Israel utara dan selatan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, menanggapi tindakan yang disebut sebagai "pembantaian" terhadap warga sipil di Gaza oleh Israel.
Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi telah mencegat tiga drone yang diluncurkan dari Irak, dengan lokasi pencegatan di selatan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Baca Juga: Strategi Kampanye Rano Karno Gunakan Nama 'Si Doel' untuk Tingkatkan Elektabilitas di Pilkada DKI
Tidak ada laporan korban atau kerusakan dalam insiden ini.
Ketegangan di kawasan meningkat akibat serangan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada Oktober tahun lalu.
Sebagai informasi, peristiwa serangan drone dan rudal oleh kelompok milisi Irak yang didukung Iran terhadap Israel terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, khususnya setelah serangan besar-besaran Israel terhadap Jalur Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.
Konflik ini memuncak ketika kelompok Hamas melancarkan serangan lintas batas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu respons militer Israel yang intens.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 15 Tersangka Terkait Penemuan 7 Mayat di Kali Bekasi
Dalam operasi militer yang masih berlangsung, Israel telah menargetkan berbagai sasaran di Gaza, mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa, termasuk banyak perempuan dan anak-anak.
Aksi ini telah memicu protes dan kemarahan dari negara-negara dan kelompok-kelompok pro-Palestina di kawasan Timur Tengah, termasuk milisi yang didukung Iran di Irak dan Lebanon.
Serangan drone dan rudal yang diklaim oleh milisi Irak ini merupakan bagian dari reaksi luas dari kelompok-kelompok militan di wilayah tersebut yang ingin menunjukkan solidaritas mereka terhadap Palestina.
Mereka mengutuk tindakan militer Israel dan berusaha untuk menekan Israel secara militer, meskipun kemampuan mereka untuk meluncurkan serangan jarak jauh terbatas oleh sistem pertahanan udara Israel yang canggih.
Baca Juga: Snapdragon 8 Gen 3 Kalahkan Apple A18 Pro di Genshin Impact, Sistem Pendingin Lebih Baik?
Selain itu, keterlibatan milisi yang didukung Iran dalam konflik ini mencerminkan hubungan erat antara Iran dan kelompok-kelompok militan di kawasan, yang sering digunakan sebagai alat untuk menekan musuh regional, khususnya Israel.
Iran, yang dikenal sebagai salah satu pendukung utama Palestina, telah secara aktif mendukung kelompok-kelompok militan di Irak, Lebanon (Hizbullah), Suriah, dan Yaman dalam menentang pengaruh Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








