Akurat
Pemprov Sumsel

Serangan Israel ke Lebanon Menambah Ketegangan di Tengah Krisis Kemanusiaan

Mukodah | 25 September 2024, 09:48 WIB
Serangan Israel ke Lebanon Menambah Ketegangan di Tengah Krisis Kemanusiaan

AKURAT.CO Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon yang dilancarkan sejak Senin (23/9/2024).

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di sela-sela menghadiri Sidang Ke-79 Majelis Umum PBB di New York, Selasa waktu setempat.

"Kita melihat situasi ini dan kita mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon yang mengakibatkan korban ratusan nyawa warga sipil termasuk anak-anak," katanya.

Dalam laporan Pemerintah Lebanon, dikutip dari Reuters, per Selasa, angka kematian korban mencapai 558 orang.

Dengan seribu lebih orang mengalami luka-luka.

Serangan ini, menurut Menlu, menambah ketegangan di tengah situasi di Timur Tengah yang menghadapi krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Bukan Hanya Ruben Onsu, Sarwendah juga Merasa Lega Usai Berpisah

"Terutama karena atrocities, kekejaman yang terus dilakukan oleh Israel kepada Bangsa Palestina. Dan kekerasan serta agresi seperti ini tidak boleh menjadi sebuah new normal," jelasnya.

"Dan Dewan Keamanan PBB serta masyarakat internasional harus mengambil langkah tegas untuk mendorong de-eskalasi dan menghentikan kekerasan yang terus berlanjut," Menlu menambahkan.

Serangan terbaru ini juga secara langsung terkait Indonesia, karena Indonesia mengirim pasukan perdamaian terbanyak untuk Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), yakni 1.232 personel.

"Dan tentunya keselamatan mereka juga menjadi perhatian. Tidak hanya dari negara pengirim seperti Indonesia, tetapi menjadi perhatian juga dari PBB," ujar Menlu, diberitakan Antara (Rabu, 25/9/2024).

Menlu menegaskan kembali bahwa serangan terhadap Lebanon merupakan bentuk perluasan konflik utama, kekejaman Israel atas Palestina.

Karena itu, Menlu terus menggaungkan seruan gencatan senjata serta pemberian bantuan kemanusiaan di wilayah konflik, khususnya Palestina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK