Akurat
Pemprov Sumsel

Iran Tawarkan Bantuan untuk Tangani Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles

Arief Rachman | 12 Januari 2025, 18:55 WIB
Iran Tawarkan Bantuan untuk Tangani Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles

AKURAT.CO Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) menyatakan kesiapan penuh untuk mengirim tim reaksi cepat dan peralatan penyelamatan ke Amerika Serikat guna membantu penanganan kebakaran hutan dahsyat yang melanda Los Angeles.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden IRCS, Pirhossein Kolivand, dalam pesan simpatinya kepada Cliff Holtz, CEO Palang Merah Amerika, Sabtu (11/1/2025).

"Kebakaran hutan yang menghancurkan ini bukan hanya tragedi nasional bagi Amerika, tetapi juga menyentuh hati nurani dunia," kata Kolivand.

Ia menyoroti besarnya dampak bencana yang telah merenggut banyak nyawa, merusak ribuan rumah, dan mengubah lanskap alam yang indah menjadi abu.

Baca Juga: Mantan Menkumham Amir Syamsudin Tegaskan Soal Kewenangan Ahli dalam Kasus Timah

Kolivand menegaskan bahwa IRCS siap memberikan dukungan penuh.

"Kami memiliki pengalaman luas dalam menangani bencana besar, dan kami siap mengirimkan tim khusus, peralatan penyelamatan canggih, serta personel terlatih yang berdedikasi. Anda tidak sendiri di masa sulit ini," ujarnya dengan penuh empati.

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama global untuk mengatasi bencana berskala masif seperti ini.

"Kami menunggu tanggapan Anda untuk mengoordinasikan bantuan yang diperlukan," tambahnya.

Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles digambarkan sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah kawasan tersebut.

Hingga Jumat (10/1/2025), api telah menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan dan menyebabkan setidaknya 16 korban jiwa.

Namun, angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena banyak area terdampak yang belum dapat diakses oleh tim pencari dan penyelamat.

Baca Juga: Keterbatasan Infrastruktur hingga Kualitas Menu Jadi Kendala Program MBG

Sementara upaya pemadaman terus berlangsung, tawaran bantuan dari IRCS menunjukkan solidaritas lintas batas negara dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya yang rapuh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.