Sebut Gencatan Senjata sebagai Aib, Menteri Keamanan Israel Ancam Tinggalkan Netanyahu

AKURAT.CO Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengatakan bahwa partainya akan keluar dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Hal tersebut dilakukan apabila kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera yang dicapai sehari sebelumnya disahkan oleh kabinet.
Berpidato dalam konferensi pers (Kamis, 16/1/2025), Ben Gvir, yang juga memimpin Partai Jewish Power, mengatakan, pertukaran tahanan dan kesepakatan gencatan senjata dengan militan Hamas, yang diumumkan Amerika Serikat dan Qatar akan membatalkan semua pencapaian yang telah dibuat Israel.
Ben Gvir menyebut kesepakatan gencatan senjata sebagai aib.
Baca Juga: Zionis Israel Lanjutkan Serangan ke Gaza Sesaat Setelah Gencatan Senjata Diumumkan
Dia mengatakan, fraksinya hanya akan bergabung kembali dengan koalisi jika operasi militer di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 46 ribu orang sejak 7 Oktober 2023, dilanjutkan kembali.
"Kesepakatan itu sembrono. Serta mencakup gencatan senjata dan penarikan pasukan dari Koridor Philadelphia di Gaza selatan," kata Ben Gvir, dikutip dari Anadolu, Jumat (17/1/2025).
"Partai Kekuatan Yahudi tidak akan menggulingkan Netanyahu dan akan mengizinkannya tetap menjadi perdana menteri. Tetapi itu tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan ini," jelasnys menambahkan.
Pengunduran diri Ben-Gvir tidak dapat menjatuhkan pemerintahan Netanyahu karena Partai Jewish Power hanya memiliki enam kursi di parlemen, dari 120 anggota.
Baca Juga: Pengamat Timur Tengah: Gencatan Senjata di Gaza Langkah Awal Menuju Keadilan untuk Palestina
Pertemuan kabinet Israel ditunda pada Kamis, tetapi para menteri diharapkan mendukung kesepakatan gencatan senjata tiga tahap, yang akan menghentikan pertempuran di Jalur Gaza dan membebaskan sandera sebagai ganti tahanan Palestina dari penjara Israel.
Pengiriman bantuan juga akan diizinkan masuk ke Gaza dan Israel menarik diri sepenuhnya dari daerah itu.
Sebelumnya, Ben Gvir menyebut bahwa pembicaraan gencatan senjata adalah penyerahan diri kepada Hamas.
Dan apabila kesepakatan itu disetujui, maka ia akan mengundurkan diri.
Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata di Gaza, Menlu Sugiono: Momentum Perdamaian yang Harus Dijaga
Ben Gvir juga telah mendesak Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, untuk mengikuti langkahnya.
Pada tahap pertama perjanjian gencatan senjata, sebanyak 33 tawanan Israel akan dibebaskan sebagai ganti sejumlah tahanan Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







