Lebanon Desak Penarikan Pasukan Israel dari Wilayah Selatan

AKURAT.CO Lebanon menegaskan kembali sikapnya terkait dengan permintaan mundur pasukan Israel dari wilayah selatan yang mereka duduki.
Sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata 27 November 2024.
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, di Beirut, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyoroti pelanggaran darat dan udara yang terus dilakukan militer Israel.
Khususnya penghancuran rumah-rumah dan desa-desa di sepanjang perbatasan.
Baca Juga: Israel Serang Lebanon, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar!
Guterres tiba di Lebanon pada Kamis (16/1/2025) dalam kunjungan solidaritas ke negara Arab tersebut.
"Pelanggaran Israel, termasuk pengeboman rumah dan penghancuran desa perbatasan, merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata dan terus merongrong kedaulatan Lebanon," jelas Presiden Aoun.
"Tindakan semacam itu tidak sejalan dengan upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan di kawasan," taambahnya.
Baca Juga: Israel Dikecam Setelah Menyerang Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dengan Fosfor Putih
Presiden Aoun, yang terpilih pada 9 Januari 2025 setelah posisi tersebut kosong selama lebih dari dua tahun akibat perselisihan politik, menekankan pentingnya menghentikan pelanggaran tersebut.
Dalam pertemuan itu, Presiden Aoun juga memuji dedikasi personel Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), yang menghadapi sejumlah serangan terhadap pangkalan mereka.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang kuat antara UNIFIL dan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk menjaga stabilitas kawasan.
Baca Juga: Jokowi Kecam Penyerangan Israel ke Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Sejak 27 November 2024, gencatan senjata yang rapuh diberlakukan, mengakhiri periode saling serang antara Israel dan Hizbullah yang dimulai 8 Oktober 2023 dan meningkat menjadi konflik besar pada 23 September 2024.
Anadolu melaporkan, militer Israel telah melakukan 564 pelanggaran di Lebanon hingga Jumat (17/1/2025), yang menyebabkan 37 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka.
Baca Juga: Para Pemimpin Barat Desak Israel Hentikan Serangan ke Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







