Trump Sindir Konstitusi, Sebut Ingin Lawan Obama di Pilpres 2028

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan mengejutkan.
Dalam pertemuan dengan wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (31/3/2025), ia mengungkapkan keinginannya untuk bertarung melawan Barack Obama dalam pemilihan presiden 2028—meskipun Konstitusi AS secara tegas melarang hal tersebut.
"Saya sangat ingin bertanding melawan Obama. Itu akan menjadi pertarungan yang luar biasa," kata Trump.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tidak ada yang secara resmi memintanya untuk mencalonkan diri lagi dan bahwa aturan konstitusi saat ini membatasi dirinya untuk maju dalam pemilu berikutnya.
"Saya mendengar ada cara untuk melakukannya, tetapi saya belum benar-benar menelusurinya. Saat ini, saya hanya ingin fokus melakukan pekerjaan dengan luar biasa selama masa jabatan saya," tambahnya.
Baca Juga: Trafik Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni-Merak Naik di Hari Lebaran
Amandemen ke-22 Konstitusi AS dengan jelas membatasi seorang presiden untuk menjabat tidak lebih dari dua kali.
Meski demikian, spekulasi tentang kemungkinan Trump kembali berkuasa terus beredar di kalangan para pendukungnya.
Satu-satunya jalan bagi Trump untuk kembali ke Gedung Putih setelah masa jabatan keduanya adalah melalui jalur suksesi, bukan pemilihan umum.
Namun, mengamandemen konstitusi untuk menghapus pembatasan ini hampir mustahil, mengingat syarat mayoritas dua pertiga di Kongres serta persetujuan dari tiga perempat negara bagian.
Pernyataan Trump ini kembali memanaskan perdebatan soal masa depan politiknya dan kemungkinan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mempertahankan pengaruhnya di kancah pemerintahan AS.
Baca Juga: Arus Mudik 2025 Paling Lancar dalam 20 Tahun, DPR: Koordinasi Semua Pihak Berhasil!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










