Akurat
Pemprov Sumsel

Gaza Kembali Berdarah, Hampir 600 Anak Palestina Jadi Korban Serangan Israel Sejak Maret 2025

Oktaviani | 21 April 2025, 23:24 WIB
Gaza Kembali Berdarah, Hampir 600 Anak Palestina Jadi Korban Serangan Israel Sejak Maret 2025

AKURAT.CO Jalur Gaza kembali diguncang duka. Sejak gelombang serangan terbaru Israel dimulai pada 18 Maret 2025, hampir 600 anak Palestina dilaporkan tewas.

Ribuan lainnya mengalami luka-luka, menyisakan luka mendalam dalam krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai.

Mengutip data dari UNICEF, laporan memilukan ini dirilis oleh Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Senin (21/4/2025).

Disebutkan, lebih dari 1.600 anak lainnya menderita cedera akibat rentetan serangan yang menghantam kawasan padat penduduk tersebut.

“Situasi di Gaza saat ini mendekati titik nadir sejak konflik meletus Oktober lalu. Ini mungkin fase paling kelam dari seluruh krisis,” tulis UNRWA dalam pernyataannya.

Padahal, harapan sempat muncul pada Januari lewat kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan. Namun, perdamaian itu nyatanya hanya sesaat.

Baca Juga: Habemus Papam Segera Bergema: Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo Berpeluang Jadi Paus

Serangan kembali pecah pada Maret, dan sejak saat itu, lebih dari 1.864 warga Palestina dilaporkan tewas, dengan hampir 4.900 lainnya luka-luka.

Total korban tewas di Gaza sejak awal serangan besar Israel pada Oktober 2023 kini telah melampaui 51.200 jiwa—mayoritas perempuan dan anak-anak.

Dunia internasional mulai bereaksi. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Keduanya didakwa atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tak hanya itu, Israel kini tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), menyusul dugaan bahwa serangan di Gaza telah melampaui batas kemanusiaan.

Sementara suara ledakan dan tangis anak-anak terus menggema di Gaza, dunia masih mencari jawaban atas tragedi yang tak kunjung berakhir.

Baca Juga: PGI Kenang Paus Fransiskus: Gembala Dunia yang Menolak Kemewahan, Merangkul Kemanusiaan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.