Akurat
Pemprov Sumsel

Iran Serang Israel, Hantam Sejumlah Gedung di Tel Aviv dan Yerussalem

Fajar Rizky Ramadhan | 14 Juni 2025, 08:00 WIB
Iran Serang Israel, Hantam Sejumlah Gedung di Tel Aviv dan Yerussalem

AKURAT.CO Krisis di Timur Tengah memanas setelah Iran meluncurkan hingga 100 rudal ke wilayah Israel, sebagai balasan atas serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran pada Jumat dini hari.

Ledakan dilaporkan mengguncang Tel Aviv dan Yerusalem, sementara sirene serangan udara meraung di seluruh kota. Sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan Arrow, berusaha mencegat rudal-rudal tersebut, namun sejumlah proyektil dilaporkan berhasil menghantam sasaran.

Salah satunya menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat di jantung Tel Aviv, menyebabkan setidaknya dua orang luka kritis dan 15 lainnya terluka.

Baca Juga: Arab Saudi Kutuk Serangan Israel ke Iran: Pelanggaran Jelas terhadap Hukum Internasional

Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi mengutuk serangan Israel dan berjanji akan memberikan balasan berat.

“Pasukan bersenjata Republik Islam akan menghantam musuh keji ini dengan pukulan berat,” katanya.

Kepala baru Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour, juga mengancam akan membuka “gerbang neraka” sebagai respons terhadap tindakan Israel.

Sebelumnya, lebih dari 200 jet tempur Israel menyerang lebih dari 100 target di Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Natanz. Serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, di antaranya Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri, Komandan Garda Revolusi Hossein Salami, dan enam ilmuwan nuklir senior.

Menurut Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, sedikitnya 78 orang tewas, termasuk pejabat tinggi, dan lebih dari 320 lainnya terluka, mayoritas warga sipil.

Iravani juga menyebut Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas serangan ini karena memberikan dukungan intelijen kepada Israel.

“Dengan membantu dan memfasilitasi kejahatan ini, mereka berbagi tanggung jawab penuh atas konsekuensinya,” ujarnya di Dewan Keamanan PBB.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam serangan rudal Iran yang menyasar area sipil. “Kami akan terus membela warga Israel dan memastikan bahwa rezim Ayatollah membayar harga sangat mahal untuk tindakan keji ini,” tegasnya.

Israel menamai operasinya sebagai “Rising Lion”, yang melibatkan infiltrasi agen Mossad, penggunaan drone untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran, dan serangan terhadap gudang rudal balistik. Mossad bahkan merilis rekaman video yang diklaim menunjukkan agen mereka berada di Iran sebelum serangan.

Baca Juga: Rudal Iran Serang Israel, Ledakan Terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem

Sementara itu, warga sipil di kedua negara mengalami malam penuh ketakutan. “Saya terbangun karena ledakan pertama dan melihat jendela bergetar. Orang-orang mulai berteriak,” kata Golnar, seorang warga Teheran. Ahmad Moadi, 62 tahun, menyuarakan ketakutannya, “Sampai kapan kita harus hidup dalam ketakutan seperti ini?”

Kedua negara kini berada di ambang perang terbuka dengan skala yang belum bisa diprediksi. Banyak pihak internasional menyerukan deeskalasi segera, namun ketegangan terus meningkat dengan saling ancaman antara Teheran dan Tel Aviv.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.