Trump Bongkar Alasan AS Hancurkan 3 Fasilitas Nuklir Iran, Ada Apa Sebenarnya?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan militernya telah menjatuhkan bom di tiga fasilitas nuklir Iran; Fordow, Natanz, dan Esfahan (Isfahan).
Serangan ini dilakukan setelah seminggu periode pertimbangan mengenai keterlibatan AS dalam konflik Timur Tengah antara Iran dan Israel.
Menurut Trump, serangan tersebut sangat sukses dan semua pesawat AS telah berada di luar wilayah udara Iran.
Alasan AS Hancurkan 3 Fasilitas Nuklir Iran
Trump mengklaim alasan di balik serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran adalah untuk melenyapkan kemampuan nuklir utama Iran.
Dia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap ancaman nuklir yang sedang berkembang dan untuk memastikan keamanan regional dan global.
Serangan ini juga menandai berakhirnya periode pertimbangan AS untuk bergabung dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Fasilitas Nuklir yang Diserang
Tiga fasilitas nuklir Iran yang menjadi target serangan AS adalah Fordow, Natanz, dan Esfahan (Isfahan).
1. Fordow: Situs ini dikenal sebagai pusat penting dalam program nuklir Iran dan tersembunyi jauh di bawah tanah, membuatnya sulit untuk dihancurkan.
AS menggunakan bom Massive Ordnance Penetrators (MOP) GBU-57 yang mampu menembus beton setebal 18 meter dan tanah sedalam 61 meter untuk menyerang Fordow.
2. Natanz: Merupakan salah satu situs pengayaan uranium utama Iran.
3. Esfahan (Isfahan): Situs ini juga merupakan bagian integral dari program nuklir Iran. Rudal jelajah Tomahawk diluncurkan dari kapal selam AS untuk menyerang sasaran di Isfahan.
Menurut Trump, ketiga situs ini dilenyapkan sepenuhnya.
Pejabat Iran, seperti Manan Raisi dari wilayah Qom (tempat situs Fordow berada), membantah klaim Trump dan menyatakan bahwa kerusakan pada fasilitas Fordow sangat dangkal dan sebagian besar hanya terjadi di permukaan tanah yang dapat dipulihkan.
Raisi juga menegaskan bahwa tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terdeteksi setelah serangan AS.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, juga melaporkan bahwa penduduk di sekitar Fordow tidak merasakan tanda-tanda ledakan besar dan kondisi di area tersebut sepenuhnya normal.
Pernyataan ini bertentangan dengan klaim Trump yang menyebut serangan itu "keberhasilan spektakuler".
Reaksi Serangan AS
Dalam operasi yang dinamakan Midnight Hammer, AS menggunakan 125 pesawat militer, termasuk tujuh pesawat pengebom siluman B-2.
Selain itu, rudal jelajah Tomahawk juga diluncurkan dari kapal selam AS.
Serangan AS ini memicu seruan balasan dari tangan kanan pemimpin tertinggi Iran.
Hossein Shariatmadari, penasihat terkemuka pemimpin tertinggi Iran, menyerukan serangan rudal ke kapal-kapal milik Angkatan Laut AS dan rencana untuk menutup Selat Hormuz, rute pengiriman minyak utama di dunia.
Ketegangan ini menandakan peningkatan signifikan dalam konflik Timur Tengah. Krisis politik domestik juga melanda Amerika Serikat setelah serangan ini, dengan adanya ancaman pemakzulan terhadap Presiden Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










