Perang Iran-Israel Gencatan Senjata, Trump Murka ke Israel karena Alasan Ini

AKURAT.CO Setelah dua belas hari konflik militer yang menewaskan ratusan jiwa, Israel dan Iran akhirnya sepakat untuk menghentikan pertempuran.
Gencatan senjata ini dimediasi langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut upaya ini sebagai bagian dari kepemimpinannya menjaga stabilitas global.
Namun, situasi mereda ini justru diwarnai kemarahan Trump terhadap Israel—sekutu tradisional AS di kawasan Timur Tengah.
Pada Selasa pagi waktu Washington, Trump melontarkan kritik tajam kepada Israel yang dianggap telah bertindak gegabah pasca gencatan senjata diumumkan.
“Segera setelah kami mencapai kesepakatan, Israel langsung meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Iran. Itu belum pernah saya lihat sebelumnya,” ujar Trump di hadapan awak media, sebelum bertolak menuju KTT NATO di Belanda. “Saya tidak senang dengan mereka.”
Trump menyatakan bahwa dirinya telah memberi jangka waktu 12 jam sebelum serangan lanjutan, namun Israel disebut menyerang dalam satu jam pertama.
Di akun Truth Social miliknya, Trump bahkan menuliskan peringatan keras, “ISRAEL. JANGAN JATUHKAN BOM ITU. JIKA ANDA MELAKUKANNYA, ITU ADALAH PELANGGARAN BESAR. BAWA PILOT KALIAN PULANG, SEKARANG!”
Meskipun menegaskan tidak ingin ada pelanggaran gencatan senjata, Trump juga menolak asumsi bahwa AS ingin mengganti rezim di Iran. “Saya tidak menginginkan perubahan rezim. Saya hanya ingin semuanya segera tenang,” tegasnya.
Gencatan senjata tersebut direspon beragam oleh dunia internasional. Kremlin, Paris, Berlin, hingga Riyadh menyambut baik, namun tetap mewanti-wanti bahwa situasinya sangat rapuh. Sementara itu, pasar keuangan menyambut positif: indeks saham Wall Street melonjak dan harga minyak dunia menurun tajam.
Namun, sebelum gencatan berlaku penuh, situasi sempat memanas. Israel mengklaim telah menghancurkan instalasi radar milik Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal ke kota Beersheba yang menewaskan empat orang.
Baca Juga: BUMN Diminta Harus Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global Imbas Perang Iran-Israel
Salah satu korban serangan Israel juga disebut adalah ilmuwan nuklir Mohammad Reza Seddighi Saber, yang selama ini dituduh terlibat dalam pengembangan senjata nuklir Iran.
Kedua negara kini memasuki masa tenang, namun tidak ada jaminan bahwa ketegangan ini benar-benar berakhir. Israel masih menyuarakan kecurigaan atas niat Iran, sementara AS telah mulai mengevakuasi ratusan warganya dari kawasan konflik.
Perang belum usai secara psikologis, meski senjata untuk sementara dibungkam. Gencatan ini, lebih dari sekadar kesepakatan, adalah jeda rapuh di tengah percikan bara yang sewaktu-waktu bisa menyala kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








