Perang Thailand - Kamboja, Apa Pengaruhnya bagi Indonesia?

AKURAT.CO Ketegangan antara Thailand dan Kamboja bukan hanya menjadi perhatian regional, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.
Meski konflik bersenjata itu terjadi jauh dari Tanah Air, dampaknya bisa terasa dalam berbagai aspek. Dari stabilitas kawasan, hubungan diplomatik, hingga kerja sama ASEAN.
Baca Juga: Trump Gunakan Ancaman Tarif, Dorong Gencatan Senjata Thailand-Kamboja
Lalu, seberapa besar pengaruh konflik ini terhadap Indonesia?
Dampak Ekonomi
Thailand merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia, khususnya dalam pasokan komponen otomotif dan elektronik.
Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu distribusi suku cadang dari Thailand yang berpotensi menimbulkan hambatan produksi di dalam negeri dan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak pada daya beli masyarakat Indonesia.
Dampak Terhadap Industri Digital
Perang di perbatasan ini juga diperkirakan menganggu aktivitas judi online yang banyak berbasis di Kamboja. Gangguan server dan logistik akibat konflik dapat mengurangi aktivitas ilegal tersebut. Secara tidak lansgung, ini menguntungkan upaya pemerintah Indonesia dalam penanggulangan judi online.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim Duduk Bareng Cari Solusi Konflik Thailand-Kamboja
Dampak Pariwisata
Konfik tersebut membuat Thailand menjadi kurang menarik dan dianggap tidak aman bagi wisatawan internasional.
Dengan ini, Pulau Bali memiliki peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan yang tadinya berencana ke Thailand.
Asosiasi Pariwisata dan Hotel Indonesia (PHRI) Bali menilai bahwa Bali bisa menjadi alternatif aman dengan potensi peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan.
Indonesia menunjukkan kesiapan untuk membantu meredakan ketegangan antara Thailand dan Kamboja, termasuk bekerja sama dengan Malaysia dan ASEAN untuk mediasi konflik.
Pada tahun 2011, Indonesia pernah berperan sebagai mediator dalam konflik serupa.
Melalui jalur diplomasi, Indonesia tidak hanya memfasilitasi dialog antara kedua pihak, tetapi juga secara aktif memantau situasi di lapangan demi kedamaian.
Secara keseluruhan, perang antara Thailand dan Kamboja ini membawa dampak negatif ekonomi dan produksi bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang dalam sektor pariwisata dan memberikan ruang untuk peran diplomatik Indonesia di ASEAN.
Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








