Ketemu Putin, Trump Berubah Pikiran dari Gencatan Senjata ke Perjanjian Damai
Eko Krisyanto | 18 Agustus 2025, 12:02 WIB

AKURAT.CO Setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah pandangannya mengenai langkah terbaik untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Awalnya, Trump menganggap gencatan senjata sebagai tujuan utama dan memperingatkan konsekuensi serius jika tidak tercapai. Namun, pasca-pertemuan dengan Putin, dia menyatakan bahwa gencatan senjata tidak lagi menjadi prioritas.
Melansir dari BBC news melalui media sosial, Trump mengutarakan bahwa kesepakatan damai yang komprehensif lebih penting daripada gencatan senjata. Menurutnya, gencatan senjata seringkali tidak efektif, sementara perjanjian damai akan secara langsung mengakhiri perang.
Sikap baru ini kini selaras dengan Putin, tetapi bertentangan dengan posisi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dijadwalkan akan bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada hari ini.
Hubungan antara Trump dan Zelensky sebelumnya tegang, terutama setelah pertemuan pada 28 Februari di mana Trump mengatakan Ukraina "tidak memiliki kartu" dan harus memberikan konsesi kepada Rusia.
Meskipun demikian, Ukraina telah berupaya memperbaiki hubungan ini dengan mendukung inisiatif perdamaian Trump dan menyetujui kesepakatan terkait mineral.
Beberapa bulan lalu, ketika Trump mendesak gencatan senjata, Ukraina mendukungnya. Namun, Putin menolak ide tersebut, membuat Trump frustrasi dan bahkan mengancam sanksi tambahan.
Setelah pertemuan puncak baru-baru ini, Trump tampaknya kini berada di pihak Putin, mengalihkan fokus dari gencatan senjata yang cepat ke negosiasi perjanjian damai yang lebih panjang. Namun, Putin dan Trump tampak memiliki hubungan yang sangat baik pada pertemuan puncak hari Jumat.
Meskipun mereka tidak mengumumkan terobosan apapun, Trump kini tampak berada di pihak Putin dalam hal pertanyaan krusial, yaitu apakah akan mengupayakan gencatan senjata segera atau perjanjian damai komprehensif, yang akan membutuhkan negosiasi panjang.
Pandangan Ukraina terkait Gencatan Senjata sebagai Langkah Awal
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para penasihatnya memiliki pandangan yang berbeda. Mereka percaya bahwa gencatan senjata adalah langkah pertama yang krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi negosiasi perdamaian yang permanen.
Menurut Serhiy Leshchenko, penasihat Zelensky, gencatan senjata akan menghentikan pertempuran yang tak henti-hentinya sejak invasi Rusia pada Februari 2022.
Ukraina ingin menghentikan serangan darat, drone, dan rudal yang terus dilancarkan Rusia setiap malam. Mereka berpendapat bahwa gencatan senjata akan membuka ruang bagi para diplomat untuk bernegosiasi tanpa tekanan dari pertempuran yang sedang berlangsung.
"Visi kami adalah gencatan senjata terlebih dahulu, baru kemudian yang lainnya," ujar Serhiy Leshchenko, penasihat Zelensky, di televisi Ukraina. "Jika kami bernegosiasi sebelum gencatan senjata, itu akan menimbulkan risiko besar bagi Ukraina. Jika ada gencatan senjata, itu akan membuka ruang bagi para diplomat.” Dikutip dari NPR news.
Baca Juga: Peretas Rusia Eksploitasi Kerentanan Email dan VPN untuk Memata-matai Logistik Bantuan Ukraina
Ukraina juga khawatir bahwa tanpa gencatan senjata, Putin akan terus mengulur waktu dan memperpanjang perang. Menurut para pemimpin Ukraina, Putin yakin waktu bakal ada di pihaknya dan dia berniat untuk terus berjuang hingga dia memenangkan apa yang diinginkannya di medan perang, atau mendapatkan konsesi dari Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dijadwalkan akan bertemu dengan Trump pada hari Senin, dan diperkirakan akan didampingi oleh sedikitnya setengah lusin pemimpin Eropa untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









