Akurat
Pemprov Sumsel

Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran Rusia ke Kiev, Perundingan Damai Makin Sulit?

Kumoro Damarjati | 9 September 2025, 18:57 WIB
Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran Rusia ke Kiev, Perundingan Damai Makin Sulit?

 

AKURAT.CO Pada Minggu, 7 September, Rusia melancarkan serangan udara terbesarnya di Ukraina sejak perang dimulai. Militer Rusia mengerahkan 805 pesawat nirawak dan 13 rudal dalam serangan yang mengakibatkan setidaknya empat orang tewas, termasuk seorang anak, dan lebih dari 20 orang terluka tersebut.

Yang perlu dicatat, gedung pemerintahan utama di distrik Pecherskyi, Kiev, dibakar, menandai pertama kalinya sebuah fasilitas pemerintah pusat menjadi sasaran selama konflik.

Apa yang berbeda dari serangan-serangan sebelumnya?

Serangan terbaru ini menonjol karena beberapa alasan.

Ini adalah serangan udara terluas sejak awal perang, dengan Rusia mengerahkan lebih dari 800 drone dan rudal dalam serangan terkoordinasi.

Tidak seperti serangan sebelumnya yang terutama menargetkan lokasi militer dan logistik, operasi ini langsung menghantam kantor pusat pemerintahan Kiev, menandai perubahan signifikan dalam strategi penargetan Rusia dengan berfokus pada infrastruktur pemerintah pusat.

Selain itu, serangan tersebut menyebabkan korban sipil, termasuk setidaknya empat kematian dan lebih dari 20 luka-luka, dan mengakibatkan kerusakan luas di wilayah permukiman, yang menggarisbawahi tingginya korban jiwa akibat konflik ini.

Mengapa serangan ini menjadi signifikan?

Eskalasi terbaru ini membawa beberapa implikasi penting.

Pertama, skala dan sifat serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini secara serius merusak harapan yang tersisa untuk resolusi jangka pendek atas konflik ini, terutama karena serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik internasional yang sedang berlangsung untuk mencapai perdamaian.

Kedua, reaksi internasional berlangsung cepat dan mengecam; Amerika Serikat dan sekutu Eropa telah mengecam serangan tersebut, dengan Presiden AS Donald Trump mengindikasikan kemungkinan penerapan sanksi baru terhadap Rusia untuk meningkatkan tekanan.

Para pejabat Ukraina juga menyoroti dampak kemanusiaan dari serangan tersebut, menekankan perlunya pertahanan udara yang lebih kuat dan dukungan internasional.

Terakhir, serangan yang menargetkan wilayah sipil telah memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan di Ukraina, memicu kecaman internasional yang meluas dari organisasi-organisasi hak asasi manusia dan para pemimpin dunia.

Serangan itu terjadi setelah lebih dari dua lusin negara Eropa berjanji untuk mengawasi setiap perjanjian untuk mengakhiri perang, beberapa di antaranya mengatakan mereka bersedia mengerahkan pasukan di lapangan.

Kiev mengatakan jaminan keamanan, yang didukung oleh pasukan Barat, sangat penting bagi setiap kesepakatan damai untuk memastikan Rusia tidak menginvasi lagi di masa mendatang.

Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukan Barat mana pun di Ukraina tidak dapat diterima dan akan menjadi target yang "sah".

Upaya Trump dalam beberapa minggu terakhir untuk mengakhiri perang sejauh ini hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

Puluhan ribu orang telah tewas dalam pertempuran selama tiga setengah tahun, yang telah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menghancurkan sebagian besar Ukraina timur dan selatan dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Setelah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, beberapa perkembangan penting diperkirakan akan terjadi.

Ukraina kemungkinan akan meningkatkan respons militernya, dengan meningkatkan serangan balasan yang menargetkan infrastruktur dan aset militer Rusia, sementara Kiev berupaya mencegah serangan lebih lanjut dan merebut kembali keunggulan strategis.

Pada saat yang sama, upaya diplomatik internasional dapat diintensifkan, dengan aktor-aktor global utama, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, mendorong negosiasi perdamaian yang baru.

Namun, tingkat keparahan dan waktu serangan ini berisiko mempersulit perundingan ini, karena ketidakpercayaan timbal balik semakin dalam dan tuntutan dari kedua belah pihak semakin kuat.

Secara paralel, AS dan Uni Eropa diperkirakan akan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia, yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan politik guna mengekang agresi lebih lanjut.

Sanksi ini dapat mencakup pembatasan ekspor teknologi, transaksi keuangan, dan pasokan energi, yang semakin mengisolasi Rusia di panggung global.

Situasi secara keseluruhan masih sangat cair, dengan komunitas internasional memantau perkembangan secara ketat untuk mengevaluasi dampaknya yang lebih luas terhadap stabilitas regional, kondisi kemanusiaan, dan dinamika keamanan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.