Penembakan di SMA Colorado AS: Setelah Mengamuk, Pelaku Tembak Diri Sendiri

AKURAT.CO Aksi penembakan terjadi di SMA Evergreen, pinggiran kota Denver, Colorado, AS pada Rabu (10/9/2025) siang waktu setempat. Seorang siswa laki-laki melepaskan tembakan dengan pistol, melukai dua remaja sebelum menembak dirinya sendiri.
Kronologi Kejadian
Penembakan dilaporkan sekitar pukul 12.30 siang. Tembakan terdengar baik di dalam maupun di luar gedung sekolah. Polisi Jefferson County menyebut petugas tiba di lokasi dalam lima menit dan menemukan pelaku sudah dalam keadaan terluka.
“Tidak ada petugas yang melepaskan tembakan,” kata juru bicara Kantor Sheriff Jefferson County, Jacki Kelley.
Lebih dari 100 aparat dari wilayah sekitar dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan. Insiden ini mengingatkan pada tragedi penembakan di SMA Columbine pada 1999 yang menewaskan 14 orang.
Korban Dibawa ke Rumah Sakit
Tiga remaja yang menjadi korban, termasuk pelaku, dibawa ke Rumah Sakit St. Anthony. CEO rumah sakit, Kevin Cullinan, menyebut mereka sempat dalam kondisi kritis.
Menjelang sore, satu korban dinyatakan stabil dengan luka yang tidak mengancam jiwa, menurut Dr. Brian Blackwood, direktur trauma rumah sakit. Identitas maupun usia korban tidak dipublikasikan.
Suasana Panik di Sekolah
SMA Evergreen memiliki lebih dari 900 siswa dan terletak di kawasan berhutan, sekitar satu mil dari pusat kota Evergreen. Setelah insiden, para orang tua berkumpul di sekolah dasar terdekat menunggu kepastian kondisi anak-anak mereka.
Wendy Nueman, salah satu orang tua, mengaku panik saat tidak bisa langsung menghubungi putrinya yang berusia 15 tahun.
“Dia akhirnya menelpon balik dengan telepon pinjaman dan hanya bilang baik-baik saja. Suaranya gemetar, hampir tidak bisa bicara,” kata Nueman kepada The Denver Post sambil menahan tangis.
Siswa Berlindung di Rumah Warga
Sejumlah siswa yang berhasil melarikan diri mencari perlindungan di rumah warga sekitar. Don Cygan, seorang pensiunan guru, mengatakan 18 siswa berlari masuk ke rumahnya setelah mendengar suara tembakan di kafetaria sekolah.
Cygan mencatat nama para siswa dan menghubungi orang tua mereka. Sementara itu, istrinya yang seorang pensiunan perawat membantu menenangkan para remaja dan memberikan pertolongan pertama pada mereka yang mengalami syok.
“Saya harap mereka merasa telah berlari ke rumah yang tepat,” ujar Cygan kepada KUSA-TV Denver.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









