Trump Perintahkan Serangan Terhadap Kapal Penyulundup Narkotika di Perairan Karibia

AKURAT.CO Presiden Donald Trump mengumumkan pada Jumat (19/9) bahwa ia telah memerintahkan serangan terhadap sebuah kapal di perairan internasional Karibia yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal.
Dalam unggahannya di platform media sosial, Trump mengatakan, "Atas perintah saya, Menteri Pertahanan memerintahkan serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang berafiliasi dengan Organisasi Teroris Terdaftar yang menyelundupkan narkoba di wilayah Komando Selatan AS."
Ini adalah serangan ketiga yang menargetkan individu yang dicurigai sebagai pengedar narkoba, dan serangan kedua dalam minggu ini. Wilayah yang termasuk dalam tanggung jawab Komando Selatan AS mencakup Amerika Selatan dan Laut Karibia. Trump tidak merinci waktu pasti terjadinya serangan tersebut.
Serangan Menewaskan Tiga Orang
Trump melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan tiga orang, yang ia sebut sebagai "narcoterrorists" (teroris narkoba). Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, membagikan sebuah video di media sosial yang menunjukkan kapal yang melaju cepat di perairan, sebelum dihantam rudal dan terbakar.
Pentagon merujuk pertanyaan terkait serangan ini ke Gedung Putih, namun tidak ada tanggapan langsung dari pihak tersebut.
Kapal Diduga Menyelundupkan Narkotika
Menurut Trump, intelijen menunjukkan bahwa kapal yang diserang tersebut sedang menyelundupkan narkoba dan melewati jalur perdagangan narkoba yang sudah diketahui, yang berpotensi meracuni warga Amerika. Ia menyebutkan bahwa serangan ini juga berhubungan dengan upaya untuk memerangi perdagangan narkoba yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Pendekatan Militer terhadap Kartel Narkoba
Serangan ini menjadi bagian dari pendekatan lebih agresif yang diambil oleh pemerintah AS untuk melawan kartel narkoba. Sebelumnya, pemerintah AS mengandalkan Penjaga Pantai dan petugas penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkotika. Namun, pada awal tahun ini, Trump mengusulkan bahwa kartel narkoba harus diperlakukan seperti organisasi teroris asing, yang memungkinkan penggunaan kekuatan militer dalam operasi semacam ini.
Tantangan Hukum dan Keamanan Global
Meskipun langkah ini disambut oleh sebagian kalangan sebagai bagian dari upaya memerangi kejahatan narkoba, banyak pihak yang mengkritik keputusan ini. Para kritikus mempertanyakan dasar hukum untuk serangan militer tersebut, serta potensi konsekuensinya terhadap hukum internasional dan apakah hal ini dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Secara keseluruhan, serangan ini menandai eskalasi dalam strategi AS untuk melawan kartel narkoba, yang kini melibatkan operasi militer secara langsung di perairan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







