Winston Churchill Pahlawan Perang yang Ngotot Lawan Hitler Sendirian, Awalnya Disepelekan, Bukti Orang Besar Dikenali saat Zaman Menuntut Kehadirannya

AKURAT.CO Winston Churchill awalnya sering diremehkan dan menghadapi banyak kritik, penolakan, bahkan ejekan dari rekan-rekan politiknya dan publik Inggris, terutama pada masa-masa sebelum Perang Dunia II. Namun, ia kemudian diakui dan dihormati secara luas karena kepemimpinannya yang luar biasa selama masa krisis global tersebut.
Berikut alur ringkas bagaimana Churchill awalnya disepelekan lalu dihormati:
Awal Karier: Dikenal Tapi Kontroversial
Churchill memulai karier sebagai perwira militer dan jurnalis, lalu masuk dunia politik.
Ia dikenal cerdas, berani, dan vokal, tapi juga dianggap ambisius dan terlalu sering pindah partai (dari Konservatif ke Liberal dan kembali lagi), yang membuat banyak orang meragukan integritasnya.
Beberapa kebijakannya, seperti Gagalnya kampanye Gallipoli saat jadi Menteri Angkatan Laut (WWI), membuat reputasinya anjlok.
Periode "Di Pinggiran" (1930-an): Disepelekan dan Dianggap Usang
Selama tahun 1930-an, Churchill tidak punya jabatan penting dalam pemerintahan.
Ia dianggap kolot dan terlalu hawkish karena terus memperingatkan ancaman Hitler dan Nazi Jerman, sementara mayoritas politisi dan rakyat Inggris ingin menghindari konflik dan mendukung kebijakan "appeasement" (mengalah demi damai).
Ia dicemooh dan disebut sebagai orang tua yang keras kepala dan suka perang.
Baca Juga: Ternyata, Winston Churchill Juga Seorang Astronom
Momen Kebangkitan: 1939–1940
Ketika Hitler menginvasi Polandia dan Inggris akhirnya menyatakan perang (1939), orang mulai menyadari bahwa peringatan Churchill benar.
Pada Mei 1940, setelah Neville Chamberlain mundur, Churchill diangkat sebagai Perdana Menteri, tepat saat Nazi sedang menggempur Eropa Barat.
Dengan pidato legendarisnya (“We shall fight on the beaches...”), keberanian, dan ketegasannya, ia menjadi simbol perlawanan dan semangat Inggris.
Dihormati Sebagai Pahlawan Perang
Di masa tersulit, Churchill memberi harapan dan arah. Ia menyatukan bangsa, menjalin aliansi dengan Roosevelt (AS) dan Stalin (Uni Soviet), dan menjadi tokoh utama dalam kemenangan Sekutu.
Setelah perang, ia menjadi ikon dan dihormati secara global.
Meski ia kalah dalam pemilu 1945 (karena rakyat ingin pemimpin sipil pascaperang), reputasinya tetap tinggi dan ia menjabat PM lagi tahun 1951–1955.
Ia menerima Nobel Sastra pada 1953 dan akhirnya dikenal sebagai salah satu pemimpin terbesar abad ke-20.
Intinya
> Churchill pernah dianggap usang, nyinyir, dan penghalang perdamaian. Tapi krisis membuktikan bahwa justru dia yang memiliki visi dan nyali.
Kadang orang besar hanya dikenali saat zaman menuntut kehadirannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









