Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Pertimbangkan Serangan Darat ke Venezuela dengan Dalih Hentikan Kartel Narkoba

Kumoro Damarjati | 16 Oktober 2025, 15:22 WIB
Trump Pertimbangkan Serangan Darat ke Venezuela dengan Dalih Hentikan Kartel Narkoba

 

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan darat terhadap kartel narkoba di Venezuela. Langkah ini disebut sebagai kelanjutan dari operasi militer AS yang dalam beberapa pekan terakhir menargetkan kapal penyelundup narkoba di perairan Karibia.

Dalam pernyataan yang dikutip AFP dan Reuters, Kamis (16/10/2025), Trump mengatakan AS telah berhasil mengendalikan jalur laut dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba. Ia menegaskan, fokus kini dialihkan ke jalur darat.

“Kita tentu saja sedang mempertimbangkan serangan darat sekarang, karena kita telah mengendalikan laut dengan sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.

Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah AS mengumumkan serangan terbaru terhadap sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela. Menurut Trump, operasi tersebut berdampak pada enam tersangka pengedar narkoba.

Trump menyebut serangan pada Selasa (14/10) itu menargetkan organisasi teroris yang telah masuk daftar hitam AS, meski ia tidak merinci nama kelompok tersebut. “Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut menyelundupkan narkotika yang terkait dengan jaringan teroris narkotika ilegal,” katanya.

Serangan terbaru itu menjadi yang kelima dalam beberapa pekan terakhir. Washington melaporkan sedikitnya 27 orang tewas dalam rentetan operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba menuju AS.

Langkah agresif ini memicu kritik dari sejumlah pakar yang mempertanyakan legalitas penggunaan kekuatan mematikan di perairan internasional terhadap tersangka yang belum sempat dicegat atau diinterogasi.

AS dalam beberapa waktu terakhir juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Karibia sebagai bagian dari misi memerangi perdagangan narkoba. Negeri itu mengerahkan delapan kapal perang yang membawa ribuan pelaut dan marinir, satu kapal selam bertenaga nuklir, serta pesawat tempur F-35 yang ditempatkan di Puerto Rico, wilayah yang berdekatan dengan Venezuela.

Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali menuduh AS berupaya menggulingkan pemerintahannya. Pada Agustus lalu, Washington bahkan menggandakan tawaran imbalan menjadi US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro.

AS menuduh Maduro memiliki hubungan dengan sindikat perdagangan narkoba dan kelompok kriminal internasional, tuduhan yang secara tegas dibantah oleh pemerintah Venezuela.

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.