Akurat
Pemprov Sumsel

Trump Tunjuk Pengusaha Ganja Asal Michigan Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

Kumoro Damarjati | 21 Oktober 2025, 09:49 WIB
Trump Tunjuk Pengusaha Ganja Asal Michigan Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

 

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Mark Savaya, seorang pengusaha ganja asal Michigan, sebagai utusan khusus AS untuk Irak. Penunjukan ini diumumkan Trump melalui platform Truth Social, seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (21/10/2025).

Dalam unggahannya, Trump menyebut Savaya memiliki kemampuan dan jaringan yang dinilai dapat membantu memperkuat hubungan antara Washington dan Baghdad.

“Pemahaman mendalam Mark tentang hubungan Irak-AS, dan koneksinya di kawasan tersebut, akan membantu memajukan kepentingan rakyat Amerika,” tulis Trump.

Trump juga memuji peran Savaya dalam menggalang dukungan pemilih Muslim Amerika selama pemilihan presiden tahun lalu, khususnya di negara bagian Michigan.

“Mark adalah pemain kunci dalam kampanye saya di Michigan, di mana dia, dan yang lainnya, membantu mengamankan rekor suara dengan Muslim Amerika,” ujar Trump.

Savaya merupakan pendiri Leaf and Bud, perusahaan penanam ganja dalam ruangan yang berbasis di Detroit. Usahanya dikenal luas dengan iklan yang tersebar di seluruh kota dan menjadi salah satu yang terbesar di negara bagian Michigan. Ia berasal dari komunitas Chaldean, meski bukan seorang Muslim.

Melalui unggahan di platform X, Savaya menyatakan kesiapannya menjalankan tugas diplomatik tersebut.

“Saya berkomitmen untuk memperkuat kemitraan AS-Irak di bawah kepemimpinan dan arahan Presiden Trump,” tulisnya.

Penunjukan Savaya menimbulkan perhatian publik, mengingat ganja masih ilegal di Irak, dan negara tersebut menerapkan hukuman mati bagi kasus perdagangan narkoba dalam skala besar.

Trump diketahui kerap mengandalkan utusan khusus yang melapor langsung kepadanya tanpa perlu melalui proses konfirmasi Senat, berbeda dengan posisi duta besar.

Dalam pemilu sebelumnya, Trump berhasil memenangkan Michigan setelah berhasil menembus suara komunitas Arab-Amerika, terutama dengan mengangkat isu-isu internasional seperti perang di Gaza yang menarik simpati pemilih di wilayah tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.