Trump Bongkar Sayap Timur Gedung Putih, Ubah Tampilan Simbol Sejarah Amerika?

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat mulai membongkar sebagian sayap timur Gedung Putih untuk pembangunan ballroom baru yang digagas oleh Presiden Donald Trump. Proyek senilai 250 juta dolar AS itu disebut sebagai bagian dari upaya “modernisasi penuh” kompleks kepresidenan yang telah berusia lebih dari dua abad.
Menurut laporan BBC, area pintu masuk dan sejumlah jendela di East Wing tampak mulai dihancurkan pada Senin (20/10/2025). Trump sebelumnya menyebut ballroom tersebut akan dibangun “dekat” bangunan utama tanpa mengubah struktur bersejarahnya.
“Ballroom ini tidak akan mengganggu bangunan lama, tetap menghormati desain aslinya, dan didanai secara pribadi oleh para patriot yang dermawan,” ujar Trump dalam unggahan di media sosialnya, Truth Social. Ia menyebut ballroom baru itu diperlukan untuk acara besar dan jamuan kenegaraan yang selama ini digelar di ruang terbatas.
Namun, proyek tersebut memunculkan kekhawatiran dari sejumlah sejarawan dan lembaga pelestarian bangunan bersejarah. Robert K. Sutton, mantan kepala sejarawan di National Park Service (NPS), mengatakan bahwa proyek renovasi Gedung Putih biasanya harus melewati proses kajian ketat, termasuk peninjauan desain, arsitek, dan biaya.
“Gedung ini merupakan bangunan eksekutif paling penting di dunia, dan setiap perubahan harus dilakukan secara transparan. Saat ini publik tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi,” ujarnya.
Organisasi Society of Architectural Historians dan American Institute of Architects juga menyatakan keprihatinan terhadap proyek ini. Mereka menilai penambahan ballroom merupakan perubahan besar pertama terhadap tampilan luar Gedung Putih sejak 1942 dan seharusnya melalui proses peninjauan menyeluruh.
Ballroom baru tersebut dirancang oleh McCrery Architects dan dibangun oleh Clark Construction. Kepala arsitek Jim McCrery menyebut proyek ini akan “menjaga keanggunan desain klasik Gedung Putih sekaligus menambah fungsionalitasnya.”
Sejumlah media melaporkan ballroom baru ini akan menampung antara 600 hingga 900 tamu, lengkap dengan lampu gantung emas dan desain interior megah.
Selama masa kepemimpinannya, Trump telah melakukan sejumlah perubahan di Gedung Putih, termasuk mendekorasi ulang Oval Office dengan ornamen emas dan mengganti area rumput di Rose Garden dengan lantai beton.
Meskipun proyek renovasi sering dilakukan oleh presiden sebelumnya — dari Barack Obama hingga Harry Truman — proyek ballroom Trump menjadi yang paling kontroversial karena menyangkut tampilan luar Gedung Putih yang selama ini dianggap simbol sejarah Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








