Air Sungai Berubah Warna, Tiga Tambang di Sungai Perak Langsung Dihentikan Meski Punya Izin Sah

AKURAT.CO Pemerintah Negara Bagian Perak memerintahkan tiga operasi tambang di sekitar Sungai Perak, wilayah Gerik, untuk menghentikan kegiatan sementara waktu. Langkah ini diambil setelah muncul laporan perubahan warna air sungai yang diduga akibat aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Perintah penghentian ini diumumkan oleh Menteri Besar Perak, Datuk Seri Saarani Mohamad, yang menegaskan bahwa seluruh tambang terkait memiliki izin resmi dan beroperasi secara legal. Namun, pemerintah mengambil langkah tegas hingga hasil penyelidikan selesai.
“Mereka beroperasi secara sah, tetapi untuk sementara waktu kami minta agar kegiatan dihentikan sampai kami puas dengan hasil penyelidikan. Saat ini, ketiganya sudah menghentikan operasi,” kata Saarani kepada media usai menghadiri Program Jelajah Taat Setia Madani Perak di Ipoh Convention Centre.
Saarani menambahkan, Sekretaris Negeri Perak bersama sejumlah instansi terkait telah diperintahkan untuk mengambil tindakan segera dan melakukan pemeriksaan di lokasi tambang. Beberapa lembaga yang dilibatkan dalam penyelidikan antara lain Departemen Lingkungan Hidup (DoE), Jabatan Pengairan dan Saliran (JPS), Jabatan Mineral dan Geosains (JMG), Pejabat Tanah dan Galian Negeri (PTG), serta Departemen Kesehatan Negeri.
Menurut Saarani, kondisi air Sungai Perak kini sudah kembali normal. Meski begitu, laporan awal menunjukkan adanya kematian ikan di area tersebut, yang menandakan memang terjadi pencemaran air.
“Pada tahap awal, dilaporkan ada ikan yang mati. Itu berarti memang ada insiden pencemaran,” ujarnya.
Pemerintah negara bagian belum akan mengeluarkan pernyataan resmi hingga hasil penyelidikan dari seluruh lembaga terkait selesai. Laporan hasil awal akan dibahas dalam rapat Majelis Eksekutif Negeri (Exco) yang dijadwalkan dipimpin oleh Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri (Pembangunan), Haliza Sipun. “Setelah rapat exco besok, kami akan mengeluarkan pernyataan resmi,” tambah Saarani.
Sebelumnya, pada 3 November, Departemen Lingkungan Hidup (DoE) mengonfirmasi telah mengidentifikasi tiga operasi tambang di bagian hulu Sungai Perak di Gerik setelah laporan perubahan warna air menjadi kebiruan viral di media sosial. Direktur Jenderal DoE, Datuk Wan Abdul Latiff Wan Jaffar, menyebut bahwa kawasan tersebut mencakup satu tambang unsur tanah jarang (rare earth element/REE) dan dua tambang timah.
Wan Abdul menjelaskan bahwa sampel air telah dikirim ke Departemen Kimia untuk analisis penyebab perubahan warna. Penyelidikan dilakukan bersama dengan Departemen Mineral dan Geosains (JMG). Hasil awal menunjukkan aktivitas tambang di sekitar lokasi kemungkinan menjadi penyebab utama, meskipun faktor lain juga masih ditelusuri.
Kasus ini bermula ketika pada 21 Oktober lalu, foto-foto Sungai Perak yang tampak berwarna biru di dekat Jembatan Kampung Sungai Papan, sekitar lima kilometer dari Kampung Air Ganda di Gerik, beredar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Pemerintah Perak kini menegaskan komitmennya untuk memastikan kegiatan pertambangan di kawasan tersebut mematuhi peraturan lingkungan dan tidak membahayakan ekosistem sungai yang menjadi sumber air utama bagi masyarakat sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






