Akurat
Pemprov Sumsel

Ratusan Orang Hilang Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Perbatasan Thailand–Malaysia

Kumoro Damarjati | 9 November 2025, 13:24 WIB
Ratusan Orang Hilang Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Perbatasan Thailand–Malaysia

AKURAT.CO Ratusan orang dilaporkan hilang setelah sebuah kapal yang membawa sekitar 300 penumpang tenggelam di perairan dekat perbatasan Thailand–Malaysia, pada Sabtu (9/11/2025). Otoritas Maritim Malaysia mengonfirmasi 10 orang berhasil diselamatkan dan satu jenazah ditemukan.

Direktur Maritim Wilayah Utara Malaysia, Laksamana Pertama Romli Mustafa, mengatakan operasi pencarian masih berlangsung karena kemungkinan korban lain masih berada di laut. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Buthidaung, Myanmar, membawa ratusan migran yang hendak menuju Malaysia.

Sebagian Korban Berasal dari Rohingya dan Bangladesh

Menurut laporan Bernama, para penyintas yang ditemukan di perairan Langkawi terdiri atas tiga warga Myanmar, dua warga Rohingya, dan satu warga Bangladesh. Sementara korban meninggal dunia diketahui seorang perempuan Rohingya, demikian disampaikan Kepala Kepolisian Kedah Adzli Abu Shah.

Kapal Diduga Gunakan Rute Ilegal

Adzli menjelaskan, para penumpang awalnya menaiki kapal besar dari Myanmar. Namun saat mendekati wilayah perbatasan, mereka dipindahkan ke tiga kapal kecil, masing-masing membawa sekitar 100 orang, untuk menghindari deteksi pihak berwenang.

“Status dua kapal lainnya belum diketahui,” ujar Adzli, seraya menambahkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih dilakukan bersama otoritas maritim Thailand.

Migrasi Rohingya Masih Terus Terjadi

Komunitas Rohingya, minoritas Muslim yang tinggal di Myanmar, kerap melarikan diri dari negara itu akibat diskriminasi dan kekerasan. Mereka tidak diakui sebagai warga negara Myanmar dan sering kali melakukan perjalanan berisiko melalui laut menuju Malaysia atau Indonesia untuk mencari perlindungan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.