Akurat
Pemprov Sumsel

Tim Penyelamat Filipina Evakuasi Korban Topan Fung-wong, 18 Orang Tewas

Kumoro Damarjati | 11 November 2025, 14:39 WIB
Tim Penyelamat Filipina Evakuasi Korban Topan Fung-wong, 18 Orang Tewas

AKURAT.CO Upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan di sejumlah wilayah Filipina setelah Topan Fung-wong (dikenal secara lokal sebagai Topan Uwan) menghantam negara itu pada awal pekan ini. Sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas akibat banjir, longsor, dan angin kencang yang melanda berbagai provinsi.

Badan cuaca Filipina mencatat, topan ini memaksa lebih dari 1,4 juta warga mengungsi ke tempat aman. Hujan deras dan gelombang tinggi menimbulkan kerusakan luas sebelum akhirnya kondisi mulai berangsur membaik pada Selasa (11/11/2025), saat banjir di ratusan desa mulai surut.

Topan Kedua dalam Sepekan

Topan Fung-wong menjadi badai besar kedua yang melanda Filipina hanya dalam waktu beberapa hari, setelah Topan Kalmaegi (atau Topan Tino versi lokal) sebelumnya menewaskan lebih dari 230 orang dan merusak ribuan rumah di wilayah tengah negara itu.

Pemerintah Filipina memperpanjang status bencana nasional yang sebelumnya diterapkan akibat Topan Kalmaegi. Presiden Ferdinand Marcos Jr mengumumkan bahwa status tersebut akan berlaku hingga satu tahun ke depan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi daerah terdampak.

Daerah Terparah dan Korban Jiwa

Di provinsi pesisir Isabela, yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa, akses bantuan masih terputus akibat jalan dan jembatan yang rusak. Kondisi serupa juga terjadi di provinsi tetangga, Nueva Vizcaya, yang hingga kini masih terisolasi.

“Kami kesulitan menjangkau beberapa wilayah terdampak karena tanah longsor,” ujar Alvin Ayson, juru bicara otoritas Cagayan Valley, kepada media setempat. “Sebagian warga sudah berada di pusat evakuasi, namun proses pemulihan rumah mereka akan sangat sulit.”

Di Nueva Vizcaya, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan tewas akibat longsor. Sementara itu, dua anak kembar berusia lima tahun dan seorang pria lanjut usia di Luzon utara juga dilaporkan meninggal dunia setelah rumah mereka tertimbun tanah pada Senin (10/11) dini hari.

Korban pertama akibat Topan Fung-wong tercatat di Provinsi Samar, disusul satu korban lainnya di Pulau Catanduanes, di mana gelombang laut tinggi menyapu jalan dan merendam rumah warga.

Data resmi dari Badan Pertahanan Sipil Filipina yang dirilis pada Selasa (11/11) menyebut total 18 korban tewas sejauh ini, sementara ratusan lainnya masih mengungsi di tempat penampungan.

Tantangan Pemulihan Pascatopan

Pemerintah daerah dan relawan kini berfokus pada pembersihan puing serta perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan komunikasi. Meski cuaca mulai membaik, otoritas memperingatkan potensi longsor susulan dan banjir lokal akibat tanah yang masih jenuh air.

“Ketika warga kembali ke rumah mereka, proses membangun kembali akan memakan waktu lama,” kata Ayson.

Topan Fung-wong menjadi pengingat keras bagi Filipina—negara yang setiap tahunnya menghadapi rata-rata 20 badai tropis—tentang rentannya wilayah kepulauan itu terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.