Akurat
Pemprov Sumsel

Polisi Hong Kong Tangkap 3 Orang Terkait Kebakaran Hong Kong yang Tewaskan Sedikitnya 44 Orang

Kumoro Damarjati | 27 November 2025, 09:33 WIB
Polisi Hong Kong Tangkap 3 Orang Terkait Kebakaran Hong Kong yang Tewaskan Sedikitnya 44 Orang


AKURAT.CO Polisi Hong Kong menangkap tiga orang terkait kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang telah menewaskan setidaknya 44 orang dan menyebabkan 279 lainnya dinyatakan hilang. Kebakaran ini menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di kota tersebut.

Ketiga tersangka terdiri dari dua direktur dan seorang konsultan teknik dari perusahaan konstruksi yang sedang melakukan renovasi pada bangunan tempat kebakaran bermula. Mereka ditangkap dengan dugaan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).

Kebakaran terjadi pada Rabu siang waktu setempat dan api cepat menyebar ke tujuh dari delapan menara apartemen, memicu evakuasi ratusan warga. Hingga Kamis pagi, api belum sepenuhnya padam dan petugas penyelamat masih mengevakuasi korban dari lantai-lantai gedung.

Pihak berwenang mencurigai adanya material bangunan yang tidak memenuhi standar tahan api, termasuk styrofoam mudah terbakar yang ditemukan di area luar gedung dekat lobi lift. Material tersebut diduga dipasang oleh kontraktor renovasi.

Menurut petugas pemadam kebakaran, api bermula dari perancah luar gedung setinggi 32 lantai sebelum menjalar ke bagian dalam bangunan serta gedung lainnya melalui jaring konstruksi dan perancah bambu yang mempercepat penyebaran api.

Total 62 orang luka-luka telah dirawat di rumah sakit, sebagian besar mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan akibat asap tebal. Seorang petugas pemadam berusia 37 tahun turut menjadi korban tewas.

Lebih dari 200 kendaraan pemadam dan 100 ambulans dikerahkan ke lokasi. Sekitar 900 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa dan meminta pemerintah daerah melakukan upaya maksimal untuk meminimalkan korban dan kerugian. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, menyatakan penanganan kebakaran ini menjadi prioritas dan kegiatan publik terkait pemilu legislatif 7 Desember dihentikan sementara.

Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan di Hong Kong sejak tahun 1996, ketika 41 orang tewas dalam kebakaran gedung komersial di Kowloon.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.