Akurat
Pemprov Sumsel

Terekam Kamera: Dalam Keadaan Menyerah dan Tanpa Senjata, 2 Pria Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel

Kumoro Damarjati | 28 November 2025, 09:31 WIB
Terekam Kamera: Dalam Keadaan Menyerah dan Tanpa Senjata, 2 Pria Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel


AKURAT.CO Dua pria Palestina dilaporkan tewas ditembak pasukan keamanan Israel pada Kamis (27/11) dalam operasi militer di Tepi Barat yang diduduki Israel. Diketahui, keduanya diduga tidak bersenjata dan sedang menyerah. Insiden tersebut terekam dalam tayangan berita Palestina TV.

Dalam rekaman tersebut, kedua pria terlihat keluar dari sebuah bangunan yang telah dikepung pasukan Israel di Kota Jenin, Tepi Barat bagian utara. Mereka tampak mengangkat baju dan berbaring di tanah sebagai tanda menyerah. Namun, pasukan Israel kemudian terlihat menginstruksikan mereka untuk kembali masuk ke dalam bangunan sebelum terdengar tembakan jarak dekat.

Seorang jurnalis Reuters yang berada di lokasi menyaksikan kedua pria tersebut keluar dan tampak menyerah. Setelah beberapa saat, terdengar suara tembakan, dan jurnalis melihat pasukan Israel berdiri di dekat tubuh salah satu korban yang tampak tidak bergerak.

Korban Diidentifikasi

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa kedua korban tewas akibat tembakan tersebut. Mereka diidentifikasi sebagai Montasir Abdullah (26) dan Yusuf Asasa (37).

Militer dan Kepolisian Israel kemudian mengeluarkan pernyataan bersama bahwa penyelidikan telah dibuka terkait penembakan tersebut. Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan alasan penembakan dan tidak menyebutkan bahwa kedua pria sempat berbaring di tanah sebelum diarahkan kembali ke dalam bangunan.

Reaksi dan Tuduhan Eksekusi

Gubernur Jenin, Kamal Abu al-Rub, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut penembakan itu sebagai “eksekusi dingin” terhadap warga sipil tak bersenjata yang sudah menyerah.

“Mereka tidak membawa senjata dan sudah menyerah. Ini eksekusi di depan mata dunia,” ujarnya melalui sambungan telepon. Ia juga meragukan bahwa penyelidikan yang diumumkan Israel akan dilakukan secara transparan.

Operasi Militer Israel di Tepi Barat

Pasukan Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menangkap individu yang diduga terlibat dalam aktivitas teror, termasuk melempar bahan peledak dan menembaki pasukan keamanan. Israel menuding kedua korban sebagai bagian dari jaringan teror di Jenin, namun tidak memberikan rincian tuduhan maupun bukti.

Menurut keterangan militer, pasukan telah mengepung bangunan tempat kedua pria itu berada selama beberapa jam sebelum memulai “prosedur penyerahan”. Setelah keduanya keluar, pasukan kemudian melepaskan tembakan yang kini disebut sedang dalam proses evaluasi.

Pernyataan Tokoh Politik Israel dan Respons Hamas

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan dukungan penuh kepada pasukan yang terlibat dalam penembakan tersebut. Ia menulis di platform X (Twitter):

“Para pejuang bertindak sesuai harapan — teroris harus mati!”

Sementara itu, kelompok Hamas mengecam insiden tersebut sebagai “eksekusi lapangan” dan mendesak komunitas internasional turun tangan menghentikan eskalasi kekerasan Israel di Tepi Barat. Hamas tidak mengklaim kedua pria yang tewas sebagai anggota mereka.

Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Israel yang meningkat di wilayah Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk operasi di Kota Tubas sehari sebelumnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.