Akurat
Pemprov Sumsel

Penembakan Massal di Pretoria: 11 Tewas di Shebeen Ilegal, Termasuk Balita 3 Tahun

Kumoro Damarjati | 6 Desember 2025, 18:31 WIB
Penembakan Massal di Pretoria: 11 Tewas di Shebeen Ilegal, Termasuk Balita 3 Tahun


AKURAT.CO Penembakan massal di Pretoria kembali mengguncang Afrika Selatan setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah hostel di ibu kota pada Sabtu dini hari. Serangan brutal ini menewaskan 11 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, di lokasi yang menurut polisi digunakan sebagai tempat penjualan alkohol ilegal.

Menurut kepolisian, penembakan massal di Pretoria ini menambah panjang daftar aksi kekerasan yang terus menghantui negara berpenduduk 63 juta jiwa tersebut. Afrika Selatan memang dikenal memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

Juru bicara polisi Athlenda Mathe mengatakan bahwa dalam penembakan massal di Pretoria ini, total 25 orang ditembak, dan 14 korban dilarikan ke rumah sakit. Sepuluh korban tewas di lokasi kejadian di Saulsville, sekitar 18 kilometer dari Pretoria, sementara satu korban lainnya meninggal di rumah sakit.

Tiga pria bersenjata disebut memasuki “shebeen ilegal”—tempat penjualan alkohol tanpa izin—sekitar pukul 04.30 pagi dan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kelompok pria yang sedang minum. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dan seorang remaja perempuan 16 tahun turut menjadi korban tewas.

“Ini insiden yang sangat memprihatinkan. Polisi baru mendapat laporan sekitar pukul enam pagi,” ujar Mathe.

Hingga kini motif penyerangan belum diketahui dan belum ada pelaku yang ditangkap. Polisi masih melakukan pengejaran.

Mathe menambahkan bahwa keberadaan tempat penjualan alkohol ilegal kerap menjadi lokasi terjadinya penembakan massal. “Banyak korban tidak bersalah terjebak dalam baku tembak seperti ini,” ujarnya kepada SABC.

Afrika Selatan terus dihantui tingginya angka kejahatan dan korupsi yang dipicu kelompok kriminal terorganisir. Insiden penembakan kerap terjadi, sering kali terkait geng dan penggunaan alkohol.

Selain kepemilikan senjata api legal yang cukup umum, jumlah senjata ilegal di masyarakat jauh lebih banyak. Data kepolisian menunjukkan bahwa antara April dan September, rata-rata 63 orang dibunuh setiap hari.

Sebagian besar kematian berasal dari pertengkaran, sementara perampokan dan kekerasan geng juga turut menyumbang tingginya angka korban.

Gelombang kekerasan serupa juga terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober, dua remaja tewas dalam penembakan terkait geng di Johannesburg. Pada Mei, delapan orang tewas di sebuah kedai minuman di Durban. Tahun lalu, 18 anggota satu keluarga ditembak mati di rumah pedesaan mereka di Eastern Cape.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.