Ukraina Bahas Perdamaian, Namun Zelensky Menolak Menyerahkan Wilayah

AKURAT.CO Upaya untuk menjamin keamanan Ukraina di masa depan masih menjadi pertanyaan besar dalam proses perundingan perdamaian Ukraina. Salah satu isu utama yang dibahas adalah bentuk dukungan militer Ukraina setelah adanya kemungkinan kesepakatan damai dengan Rusia. Hingga kini belum jelas seperti apa mekanisme dukungan tersebut akan diterapkan oleh negara-negara Barat.
Dalam diskusi yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir, sejumlah negara terus berusaha membentuk koalisi internasional yang bersedia memberikan dukungan militer berkelanjutan bagi Kyiv setelah perjanjian damai tercapai. Namun, bentuk final jaminan keamanan Ukraina tersebut belum ditetapkan. Inggris dan Prancis telah mengusulkan opsi pengerahan pasukan internasional ke wilayah Ukraina, tetapi proposal tersebut mendapat keraguan dari beberapa negara Eropa, termasuk Jerman dan Italia.
Sementara pembicaraan mengenai perundingan perdamaian Ukraina dan dukungan militer berlanjut, posisi Amerika Serikat juga masih belum sepenuhnya jelas. Washington belum menunjukkan seberapa besar komitmen yang bersedia diberikan dalam mendukung jaminan keamanan jangka panjang Ukraina setelah konflik.
Usai melakukan pembahasan di London, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melanjutkan kunjungan diplomatiknya ke Brussels untuk bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen. Setelah itu, Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Selasa.
Di sisi lain, Moskow mengklaim bahwa pembicaraannya dengan pihak Gedung Putih berjalan secara konstruktif. Meski demikian, belum ada tanda bahwa Rusia telah mengubah tuntutan yang menjadi landasan utama sejak invasinya dimulai pada Februari 2022.
Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Zelensky adalah hambatan utama dalam tercapainya kesepakatan damai. Ia mengatakan bahwa mencapai perdamaian Ukraina merupakan prioritas kebijakan luar negeri dan bahkan mengklaim dapat menyelesaikannya dengan cepat, seperti yang dijanjikan pada kampanye pemilihan presiden 2024 lalu.
Trump juga mengatakan bahwa Rusia menerima usulan rencana perdamaian yang disampaikan Amerika Serikat kepada kedua pihak, namun ia menyatakan kecewa karena Zelensky belum meninjau dokumen tersebut.
Sementara itu, Zelensky menyebut dirinya masih menunggu laporan dari Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, setelah tiga hari pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat di Miami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








