Akurat
Pemprov Sumsel

Kriminal Unik: Seorang Perempuan Minta Pembatalan Akta Kematian Setelah 5 Tahun Resmi Meninggal Dunia

Kumoro Damarjati | 24 Desember 2025, 11:04 WIB
Kriminal Unik: Seorang Perempuan Minta Pembatalan Akta Kematian Setelah 5 Tahun Resmi Meninggal Dunia


AKURAT.CO Seorang perempuan di Vietnam yang telah tercatat meninggal dunia sejak lima tahun lalu tiba-tiba muncul kembali dan mengajukan permohonan pembatalan akta kematian. Perempuan tersebut diduga merekayasa kematiannya demi menipu perusahaan asuransi dengan nilai kerugian lebih dari 1,2 miliar dong Vietnam atau sekitar Rp764 juta.

Kepolisian Quang Trung, Provinsi Thanh Hoa, pekan lalu menerima laporan dari aparat setempat terkait permohonan pembatalan pencatatan kematian yang diajukan seorang perempuan bernama Nguyen Thi Thu (41). Permohonan itu memicu kecurigaan, mengingat data kependudukan menunjukkan seorang warga dengan nama yang sama telah dinyatakan meninggal dunia pada 2020.

Setelah melakukan penelusuran awal menggunakan metode penyelidikan profesional, polisi memastikan bahwa pemohon pembatalan tersebut adalah orang yang sama dengan Nguyen Thi Thu yang kematiannya tercatat secara resmi pada 8 Juni 2020.

Menemukan sejumlah kejanggalan dan indikasi tindak pidana, Kepolisian Quang Trung kemudian melaporkan kasus ini dan melimpahkannya ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Provinsi Thanh Hoa untuk penanganan lebih lanjut.

Penyidik tingkat provinsi selanjutnya mengumpulkan bukti yang cukup hingga Thu mengakui telah merekayasa kematiannya untuk memperoleh klaim asuransi secara ilegal.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Thu bercerai dari suaminya pada 2017 dan kembali tinggal bersama ibunya, Tran Thi Thap (70). Pada periode tersebut, ia bekerja di sejumlah provinsi di Vietnam selatan dan membeli empat polis asuransi jiwa dari Prudential Life Insurance Company Limited serta Phu Hung Life Insurance JSC.

Pada 2020, setelah didiagnosis mengidap kanker dan kerap berselisih dengan ibunya, Thu menyusun rencana untuk memalsukan kematiannya demi mencairkan klaim asuransi dan menjalani hidup dengan identitas baru. Rencana itu disampaikan kepada sang ibu untuk meminta dukungan.

Awalnya, Thap menolak rencana tersebut. Namun, penolakan itu berubah setelah Thu terus mendesaknya. Dalam pemeriksaan, Thap mengaku sempat diancam akan bunuh diri jika tidak membantu rencana tersebut.

Penyidik menyebut, skenario yang disusun melibatkan konsumsi obat tidur oleh Thu dan rekayasa kecelakaan jatuh di kamar mandi agar terlihat meninggal dunia. Untuk memperkuat sandiwara tersebut, Thu dan ibunya meminta bantuan seorang dukun dari Komune Hoat Giang, Provinsi Thanh Hoa, yang membantu mengatur prosesi pemakaman palsu. Dukun tersebut dilaporkan meninggal dunia pada 2022.

Pada pagi hari 7 Juni 2020, Thu menenggak obat tidur, masuk ke kamar mandi, dan merekayasa jatuh hingga menyebabkan luka lecet dan pendarahan di wajah. Setelah itu, ia kembali ke tempat tidur dan berpura-pura meninggal dunia.

Kabar kematian mendadak Thu kemudian disampaikan kepada aparat setempat dan keluarga, sehingga proses pemakaman dapat dilakukan. Jenazah dipersiapkan secara tertutup, dengan hanya Thu, ibunya, dan sang dukun yang mengetahui bahwa Thu sebenarnya masih hidup.

Sekitar tengah malam di hari yang sama, Thu sadar dan diam-diam meninggalkan rumah untuk tinggal sementara di kediaman sang dukun. Setelah itu, ia pergi ke Provinsi Dong Nai, yang berbatasan dengan Kota Ho Chi Minh, untuk bekerja.

Pemakaman digelar keesokan harinya dan dihadiri keluarga, tetangga, serta warga sekitar. Thu dimakamkan secara resmi tanpa menimbulkan kecurigaan.

Pada 8 Juni 2020, Thap mengurus pencatatan kematian ke pihak berwenang setempat dengan keterangan penyebab meninggal dunia sebagai “kematian mendadak” dan memperoleh akta kematian resmi.

Selanjutnya, Thap menghubungi perusahaan asuransi dan mengajukan klaim. Penggeledahan di rumahnya menemukan dokumen yang menunjukkan pencairan dana lebih dari 682 juta dong Vietnam (sekitar Rp434 juta) dari Prudential dan sekitar 600 juta dong Vietnam (sekitar Rp382 juta) dari Phu Hung Life Insurance.

Menurut penyidik, dana asuransi tersebut disalurkan kepada Thu melalui adik perempuannya dan digunakan untuk pembelian properti serta kegiatan investasi. Karena secara hukum telah dinyatakan meninggal dunia, Thu tidak memiliki dokumen identitas maupun rekening bank, sehingga bergantung pada pihak perantara untuk menerima dana.

Dalam pemeriksaan, Thu mengakui sempat terpikir untuk mengakhiri hidup setelah mengetahui penyakitnya, namun mengurungkan niat tersebut. Ia memilih memalsukan kematian agar bisa memperoleh uang asuransi dan memutus seluruh kontak dengan lingkungan lamanya.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Provinsi Thanh Hoa telah menetapkan Thu dan ibunya sebagai tersangka dan menahan keduanya atas dugaan penipuan asuransi. Aparat kepolisian menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.