Trump Banjiri Media Sosial Usai Penangkapan Maduro, Serang Kritikus dan Sebar Teori Konspirasi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangan masif di media sosial pada dini hari waktu setempat, hanya beberapa jam setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Dalam kurun waktu singkat, Trump tercatat mengunggah lebih dari 80 postingan yang sebagian besar ditujukan untuk menyerang para pengkritik operasi militer Amerika Serikat di Venezuela.
Maduro ditangkap oleh pasukan AS pada 3 Januari lalu, menyusul pernyataan Trump yang secara terbuka menyerukan pergantian rezim di negara Amerika Selatan tersebut. Pemerintah AS menuding rezim Maduro terlibat dalam jaringan narkoba internasional yang mengalirkan obat terlarang ke Amerika Serikat.
Menanggapi gelombang kritik, Trump memilih jalur yang kerap ia gunakan: ofensif digital. Melalui platform Truth Social, ia membagikan ulang berbagai unggahan pendukung yang memuji operasi penangkapan Maduro sebagai keberhasilan besar, sekaligus menyerang media arus utama.
Salah satu unggahan yang dibagikan Trump menuding media sayap kiri sengaja menutup-nutupi perayaan warga Venezuela atas penangkapan Maduro. “Puluhan ribu warga Venezuela merayakan kemenangan Donald Trump atas Maduro, tapi media menolak meliputnya,” tulis Eric Daugherty, yang kemudian direspons Trump dengan pernyataan, “Fake News tidak mau memberitakan KEBENARAN!”
Dalam sejumlah video yang dibagikan Trump, tampak sekelompok orang merayakan di jalanan sambil menyalakan suar dan mengibarkan bendera Venezuela, diiringi musik keras. Namun, klaim tersebut tidak disertai verifikasi independen.
Kecaman dari Dalam dan Luar Negeri
Langkah Trump justru menuai kritik tajam, baik dari dalam negeri AS maupun dari komunitas internasional. Mantan Wakil Presiden Kamala Harris menilai penangkapan Maduro berisiko besar terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan pasukan AS.
“Ini bukan soal narkoba atau demokrasi. Ini soal minyak dan ambisi Donald Trump untuk tampil sebagai penguasa kawasan,” tulis Harris melalui akun X.
Kritik juga datang dari Eropa, termasuk dari politisi sayap kanan Prancis Marine Le Pen, yang sebelumnya dikenal dekat dengan Trump. Meski menyebut pemerintahan Maduro bersifat otoriter, Le Pen menegaskan bahwa kedaulatan negara tidak bisa dinegosiasikan.
Isu Migran dan Teori Konspirasi Kembali Diangkat
Di tengah sorotan global, Trump tetap melanjutkan rentetan unggahannya. Ia bahkan menyebarkan klaim bahwa warga Venezuela yang berada di Amerika Serikat mulai berencana “pulang sendiri” setelah penangkapan Maduro.
Trump juga kembali mengangkat isu-isu lama yang kerap ia gaungkan, termasuk teori konspirasi terkait imigrasi Somalia di negara bagian Minnesota. Beberapa unggahan yang ia bagikan menuding Partai Demokrat sengaja mendorong arus migrasi untuk memengaruhi hasil pemilu.
Tak hanya itu, Trump turut membagikan klaim tanpa bukti bahwa pusat penitipan anak di Minnesota menjadi bagian dari skema pencucian uang nasional, serta menghidupkan kembali narasi kecurangan dalam Pemilu Presiden AS 2020 yang dimenangkan Joe Biden.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan-unggahan tersebut, sementara kritik terhadap gaya komunikasi Trump pasca-penangkapan Maduro terus mengalir dari berbagai pihak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








