Akurat
Pemprov Sumsel

Jumlah Korban Tewas dalam Longsor di TPA Cebu Filipina Bertambah, Puluhan Orang Belum Ditemukan

Kumoro Damarjati | 10 Januari 2026, 17:49 WIB
Jumlah Korban Tewas dalam Longsor di TPA Cebu Filipina Bertambah, Puluhan Orang Belum Ditemukan

AKURAT.CO Jumlah korban tewas akibat runtuhnya tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah tengah Filipina bertambah menjadi empat orang. Proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan puluhan pekerja yang dilaporkan hilang.

Peristiwa tersebut terjadi di TPA Binaliw, Kota Cebu, pada Kamis (8/1). Saat kejadian, terdapat 110 pekerja yang sedang berada di area landfill. Runtuhan gunungan sampah itu juga merusak sejumlah bangunan dan fasilitas di dalam kawasan TPA.

Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam pernyataan yang diunggah di media sosial Facebook pada Sabtu, menyampaikan bahwa empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 12 korban lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan pendataan terakhir pada Jumat, sebanyak 36 orang masih dinyatakan hilang. Hingga Sabtu, otoritas setempat belum merilis pembaruan resmi terkait jumlah terbaru korban hilang.

Keluarga para pekerja yang belum ditemukan masih menaruh harapan besar. Jerahmey Espinoza, istri salah satu pekerja yang hilang, datang langsung ke lokasi kejadian.

“Sejak bencana ini terjadi, mereka belum melihat atau menemukan suami saya. Kami masih berharap dia selamat,” ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan, terdiri dari polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim penanggulangan bencana. Mereka bekerja di tengah kondisi berbahaya akibat reruntuhan atap seng, batang besi, serta tumpukan sampah yang mudah terbakar.

Wali Kota Archival menyatakan, petugas mendeteksi tanda-tanda kehidupan di beberapa titik, sehingga proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Otoritas juga mengerahkan derek berat berkapasitas 50 ton yang dikawal polisi untuk mempercepat pengangkatan material berat.

“Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama karena adanya risiko puing tidak stabil dan bahaya gas asetilena. Oleh karena itu, perimeter keamanan diperketat dan akses ke lokasi dikendalikan,” kata Archival.

Empat korban meninggal dunia diketahui merupakan pegawai TPA dan fasilitas pengelolaan limbah, termasuk seorang insinyur dan pekerja administrasi perempuan, dari total 110 staf yang bekerja di lokasi tersebut.

Hingga kini, penyebab runtuhnya gunungan sampah masih dalam penyelidikan. Seorang korban selamat kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda peringatan, meski kondisi cuaca saat itu terbilang normal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.