Iran Bantah Tuduhan Akan Hukum Gantung Para Demonstran

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Rabu (14/1) menegaskan tidak ada rencana dari pemerintah Iran untuk menggantung para demonstran di tengah gelombang aksi protes anti-pemerintah yang melanda negara tersebut.
“Tidak ada rencana sama sekali untuk melakukan hukuman gantung. Hukuman gantung tidak menjadi opsi,” kata Araqchi dalam wawancara dengan Fox News pada program Special Report with Bret Baier.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan dari Iran Human Rights Society yang berbasis di Norwegia, yang menyebut bahwa praktik hukuman gantung kerap terjadi di penjara-penjara Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika Iran mulai menggantung para pengunjuk rasa. Namun, dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa, Trump tidak merinci langkah yang dimaksud. “Jika mereka menggantung, Anda akan melihat sesuatu terjadi,” ujar Trump.
Pada Rabu, Trump menyatakan dirinya mendapat informasi bahwa pembunuhan dalam penindakan pemerintah Iran terhadap aksi protes mulai mereda. Ia juga mengaku percaya bahwa saat ini tidak ada rencana untuk melakukan eksekusi massal.
Trump disebut tengah mempertimbangkan respons atas situasi di Iran, yang saat ini menghadapi gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu, Iran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel, sekutu Amerika Serikat. Sejumlah fasilitas nuklir Iran juga dilaporkan dibom oleh militer AS pada Juni. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump meningkatkan tekanan terhadap para pemimpin Iran, termasuk dengan melontarkan ancaman aksi militer.
Aksi protes tersebut menjadi salah satu ujian paling serius bagi pemerintahan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979. Demonstrasi yang awalnya dipicu keluhan atas kondisi ekonomi yang memburuk berkembang menjadi seruan terbuka untuk menjatuhkan elite ulama yang telah lama berkuasa.
Kelompok pembela HAM berbasis di AS, HRANA, menyatakan telah memverifikasi kematian 2.403 demonstran dan 147 orang yang berafiliasi dengan pemerintah. HRANA juga melaporkan sebanyak 18.137 orang telah ditangkap.
Pemerintah Iran menyalahkan sanksi asing sebagai penyebab kesulitan ekonomi dan menuduh musuh-musuh luar negeri ikut campur dalam urusan domestik negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






