Hamas Bersiap Pilih Pemimpin Baru, Pertama Sejak Yahya Sinwar Tewas Dibunuh Israel

AKURAT.CO Kelompok Hamas tengah mempersiapkan pemilihan pemimpin baru, yang akan menjadi yang pertama sejak Yahya Sinwar tewas dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza. Pemilihan ini dilakukan untuk menyusun ulang kepemimpinan Hamas yang terpukul akibat serangkaian pembunuhan terhadap tokoh-tokoh utamanya selama perang berlangsung.
Sumber internal Hamas mengatakan kepada AFP bahwa pemilihan tersebut direncanakan berlangsung pada awal 2026, meski pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi keamanan di wilayah Palestina. Saat ini, Gaza masih berada dalam situasi krisis kemanusiaan, dengan pasukan Israel menguasai sebagian besar wilayah tersebut.
Pemimpin baru Hamas nantinya akan menghadapi tekanan besar dari komunitas internasional dan Israel, yang mendorong agar kelompok itu dilucuti senjatanya dan tidak dilibatkan dalam pemerintahan Gaza pascaperang. Di sisi lain, Hamas masih menguasai wilayah yang hancur akibat hampir dua tahun konflik bersenjata.
Proses pemilihan ini mencakup pembentukan Dewan Syura Hamas yang baru dengan 50 anggota. Dewan tersebut akan dipilih oleh tiga struktur utama Hamas, yakni di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan kepemimpinan di luar negeri. Dewan Syura kemudian bertugas memilih biro politik beranggotakan 18 orang, termasuk ketuanya yang akan menjadi pemimpin tertinggi Hamas.
Krisis kepemimpinan Hamas bermula setelah Ismail Haniyeh tewas dalam serangan Israel di Teheran pada Juli 2024. Hamas kemudian menunjuk Yahya Sinwar sebagai pengganti. Namun, Sinwar kembali tewas dalam operasi militer Israel di Rafah, Gaza selatan, hanya tiga bulan kemudian.
Pasca kematian Sinwar, Hamas membentuk komite kepemimpinan sementara beranggotakan lima orang yang berbasis di Qatar. Penunjukan satu pemimpin tunggal ditunda demi alasan keamanan, mengingat risiko serangan lanjutan dari Israel terhadap pimpinan Hamas.
Sejumlah sumber menyebut dua tokoh yang berpeluang kuat memimpin Hamas, yakni Khalil al-Hayya, kepala negosiator Hamas dalam perundingan gencatan senjata, serta Khaled Meshaal, mantan pemimpin biro politik Hamas periode 2004–2017 yang kini memimpin kantor diaspora Hamas.
Pemilihan ini dipandang sebagai momen penting bagi Hamas dalam menentukan arah organisasi ke depan, di tengah tekanan militer Israel, krisis kemanusiaan di Gaza, dan dinamika politik regional yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








