Akurat
Pemprov Sumsel

Wabah Virus Nipah Guncang India, 100 Orang Dikarantina: Kenali Gejala dan Penularannya

Shalli Syartiqa | 27 Januari 2026, 14:34 WIB
Wabah Virus Nipah Guncang India, 100 Orang Dikarantina: Kenali Gejala dan Penularannya

AKURAT.CO Penyebaran virus Nipah yang kembali mengguncang India telah menyebabkan lebih dari 100 orang dikarantina di negara bagian Benggala Barat setelah lima kasus terkonfirmasi​. ​

Wabah virus mematikan ini menimbulkan kewaspadaan global dan penting untuk memahami apa itu virus Nipah serta tanda-tanda infeksinya. ​

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (27/1/2026), berikut penjelasan lengkap wabah virus Nipah beserta tanda-tandanya.

Wabah Virus Nipah di India

​Virus Nipah saat ini kembali mengguncang India, khususnya di negara bagian Benggala Barat. ​

Hingga tanggal 23 Januari, otoritas kesehatan Benggala Barat telah mengkarantina sekitar 100 orang sebagai langkah pencegahan untuk memblokir penyebaran virus.

​Lebih dari 100 orang telah diminta untuk melakukan karantina di rumah setelah lima kasus Virus Nipah terkonfirmasi.

​Dua kasus mematikan dilaporkan terjadi di Kolkata, Benggala Barat, melibatkan dua perawat di sebuah rumah sakit swasta. ​Satu dari dua perawat yang terkonfirmasi positif Virus Nipah dilaporkan dalam kondisi kritis.

​Kementerian Kesehatan India melalui unggahan di platform X telah menghimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan Virus Nipah, meminta mereka untuk tetap waspada, terus mencari informasi, dan mematuhi arahan dari otoritas kesehatan setempat.

​Hingga saat ini, sebanyak 180 orang telah menjalani tes, sementara 20 orang yang termasuk kontak berisiko tinggi telah dikarantina.

​Semua orang yang dikarantina tersebut tidak menunjukkan gejala dan hasil tesnya negatif, namun mereka akan diperiksa kembali sebelum masa karantina 21 hari berakhir.

​Kementerian Kesehatan RI juga telah memastikan bahwa belum ada kasus Virus Nipah di Indonesia, dan skrining di pintu kedatangan diperketat, dengan warga yang bergejala diminta untuk melapor jika pulang dari India.

Apa Itu Virus Nipah?

​Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan mampu menyebabkan penyakit pada manusia serta hewan.

​Virus ini termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yang merupakan virus RNA. ​Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 selama wabah di peternakan babi di Malaysia. ​

NiV dapat menyebabkan berbagai tingkat keparahan penyakit pada manusia, mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis fatal atau peradangan otak.

​Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kelelawar pemakan buah, khususnya dari genus Pteropus, merupakan inang alami virus ini.

​Virus Nipah juga diketahui dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani. ​Wabah Virus Nipah telah terjadi hampir setiap tahun di beberapa bagian Asia, seringkali di Bangladesh dan India.

Cara Penularan Virus Nipah

1. Penularan dari Hewan ke Manusia

​Ini adalah penularan zoonosis, di mana virus berpindah dari hewan ke manusia. ​Kelelawar pemakan buah, terutama spesies Pteropus, adalah inang alami virus Nipah.

​Penularan juga bisa terjadi melalui hewan lain seperti babi, kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing. ​Dalam wabah pertama di Malaysia, sebagian besar infeksi manusia terjadi melalui kontak langsung dengan babi yang sakit atau jaringannya yang terkontaminasi.

2. Melalui Makanan atau Produk Terkontaminasi

​Konsumsi buah-buahan atau produk buah-buahan (seperti nira kurma mentah) yang terkontaminasi urine atau air liur kelelawar yang terinfeksi adalah sumber infeksi yang paling mungkin dalam wabah di Bangladesh dan India. ​

Mengonsumsi daging yang terkontaminasi virus juga dapat menularkan infeksi Nipah ke manusia.

3. Penularan Antar Manusia

​Penularan Virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan, terutama di antara anggota keluarga dan petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi. ​Ini terjadi melalui kontak dekat dengan sekresi dan ekskresi tubuh orang yang terinfeksi.

Tanda-tanda dan Gejala Infeksi Virus Nipah

​Masa inkubasi Virus Nipah, yaitu interval dari infeksi hingga timbulnya gejala, diperkirakan berkisar antara 4 hingga 14 hari, meskipun masa inkubasi selama 45 hari pernah dilaporkan. ​

Gejala awal infeksi Virus Nipah tidak spesifik, sehingga diagnosis seringkali sulit pada tahap awal.

Gejala awal yang umum meliputi:

  1. ​Demam tinggi
  2. ​Sakit kepala
  3. ​Nyeri otot (myalgia)
  4. ​Batuk
  5. ​Sakit tenggorokan
  6. ​Sulit bernapas atau sesak napas
  7. ​Muntah
  8. ​Diare
  9. ​Jika infeksi berkembang, pasien dapat mengalami gejala neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut (pembengkakan otak):
  10. ​Pusing
  11. ​Mengantuk berlebihan
  12. ​Perubahan kesadaran atau kebingungan
  13. ​Kejang
  14. ​Koma dalam 24 hingga 48 jam

​Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan parah, termasuk gangguan pernapasan akut. ​Tingkat kematian kasus diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. ​

Meskipun sebagian besar pasien yang bertahan dari ensefalitis akut dapat pulih sepenuhnya, kondisi neurologis jangka panjang seperti gangguan kejang dan perubahan kepribadian telah dilaporkan pada sekitar 20% penyintas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.