5 Tahun Kudeta Militer, Thailand Ingin Jembatani Myanmar Kembali ke ASEAN

AKURAT.CO Thailand menyatakan keinginannya untuk membantu Myanmar kembali terlibat secara penuh dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), hampir lima tahun setelah kudeta militer mengguncang negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyampaikan hal itu pada Rabu (18/2) usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, Than Swe, di Thailand bagian selatan.
“Thailand ingin menjadi jembatan yang menghubungkan Myanmar kembali ke ASEAN,” kata Sihasak kepada wartawan.
Ia juga mendesak Myanmar, yang masih dilanda perang saudara, agar mengambil langkah konkret untuk mematuhi rencana perdamaian ASEAN yang telah lama disepakati guna memulihkan stabilitas di negara tersebut.
“Myanmar juga harus membantu Thailand dengan menanggapi kekhawatiran ASEAN, seperti memulai proses dialog yang merupakan hal baik; mengurangi kekerasan; dan menghindari serangan terhadap warga sipil,” ujarnya. Sihasak menegaskan Thailand siap mengambil peran utama dalam proses tersebut.
Pertemuan bilateral antara kedua menteri berlangsung tertutup. Than Swe tidak memberikan pernyataan kepada media setelah pertemuan itu.
Myanmar Masih Dikucilkan dari KTT ASEAN
Blok regional yang beranggotakan 11 negara itu telah mengecualikan para pemimpin junta Myanmar dari pertemuan tingkat tinggi sejak tak lama setelah kudeta militer pada 2021. Kudeta tersebut menggulingkan pemerintahan demokratis pertama dalam setengah abad dan memicu konflik bersenjata serta gelombang represi di berbagai wilayah Myanmar.
Pemerintahan militer Myanmar menggelar pemilu tiga tahap pada Desember hingga Januari lalu, yang merupakan pemilu pertama sejak kudeta. Partai yang didukung militer dinyatakan menang di wilayah terbatas. Namun, pemungutan suara itu menuai kritik dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia.
Kepentingan Strategis Thailand
Thailand dinilai memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas Myanmar dibandingkan anggota ASEAN lainnya. Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang 2.400 kilometer, yang merupakan perbatasan terpanjang Myanmar dengan negara tetangga mana pun.
Than Swe sendiri pernah menjabat sebagai Duta Besar Myanmar untuk Amerika Serikat pada 2012. Setelah kudeta, ia naik jabatan dan kini menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Myanmar.
Upaya Thailand untuk mendorong Myanmar kembali terlibat dalam forum regional dipandang sebagai langkah penting dalam meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali proses diplomasi di kawasan Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








