AS Belum Jelas Soal Masa Depan Badan Pengungsi Palestina, UNWRA Ingatkan Kondisi Irak 2003

AKURAT.CO Kepala badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, menyatakan Amerika Serikat hingga kini belum memiliki kejelasan terkait peran lembaganya di masa depan. Ia memperingatkan, penghapusan UNRWA tanpa pengganti yang siap dapat menciptakan “kekosongan besar” layanan kemanusiaan, seperti yang terjadi di Irak setelah 2003.
Dalam pernyataan kepada Reuters di sela-sela Munich Security Conference, Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan posisi Washington masih belum final.
“Belum ada jawaban pasti, karena kepentingan AS juga agar proses ini berhasil. Jika Anda menyingkirkan lembaga seperti kami sebelum ada alternatif, Anda menciptakan kekosongan besar,” ujarnya.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan kondisi Irak pada 2003 setelah invasi yang dipimpin AS, ketika struktur administrasi dibongkar tanpa sistem pengganti sehingga banyak warga tidak memperoleh layanan publik.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh sejumlah staf UNRWA memiliki keterkaitan dengan kelompok Palestina Hamas. Tuduhan itu dibantah keras oleh UNRWA.
Washington yang selama ini menjadi donor terbesar UNRWA membekukan pendanaan pada Januari 2024, setelah Israel menuduh sekitar selusin pegawai UNRWA terlibat dalam serangan mematikan 7 Oktober.
UNRWA selama beberapa dekade berperan sebagai lembaga internasional utama yang menyediakan layanan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan bagi jutaan warga Palestina keturunan pengungsi perang yang menyertai berdirinya Israel pada 1948.
Lazzarini, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Maret, mengatakan untuk jangka pendek pihaknya tidak melihat adanya pemotongan dana tambahan. Ia menegaskan UNRWA masih terus menyediakan layanan kesehatan publik dan pendidikan yang belum tergantikan oleh lembaga lain.
Ia juga mendesak negara-negara Teluk Arab meningkatkan kontribusi dana, karena menurutnya besaran bantuan belum sebanding dengan pernyataan solidaritas terhadap pengungsi Palestina.
Di sisi lain, Israel menuduh UNRWA bersikap bias. Parlemen Israel pada Oktober 2024 telah mengesahkan undang-undang yang melarang lembaga tersebut beroperasi di wilayahnya serta melarang pejabat setempat melakukan kontak resmi dengan UNRWA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








