Akurat
Pemprov Sumsel

NATO Luncurkan Misi “Arctic Sentry”, Perkuat Kehadiran Militer di Arktik di Tengah Isu Greenland

Fitra Iskandar | 12 Februari 2026, 08:25 WIB
NATO Luncurkan Misi “Arctic Sentry”, Perkuat Kehadiran Militer di Arktik di Tengah Isu Greenland


AKURAT.CO NATO resmi meluncurkan misi baru bertajuk Arctic Sentry pada Rabu (11/2) untuk memperkuat kehadiran militer aliansi di kawasan Arktik. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan internal NATO setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong agar AS mengakuisisi Greenland.

Dalam pernyataan resminya, markas militer NATO menyebut misi tersebut akan mengoordinasikan peningkatan kehadiran pasukan negara-negara anggota di Arktik, termasuk latihan militer seperti Arctic Endurance yang digelar Denmark di Greenland.

NATO belum merinci jumlah personel maupun jenis alutsista yang akan dikerahkan dalam misi tersebut.

Respons atas Dinamika Geopolitik Arktik

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan Arctic Sentry akan menyatukan berbagai upaya negara anggota di bawah satu komando terpadu. Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas Rusia dan China di kawasan Arktik, yang semakin strategis akibat mencairnya es dan terbukanya jalur pelayaran baru.

“Kami tidak hanya akan memanfaatkan upaya yang sudah berjalan secara lebih efektif, tetapi juga dapat mengidentifikasi celah yang harus diisi,” ujar Rutte di markas NATO, Brussel.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan militer Jerman akan ambil bagian pada tahap awal dengan mengerahkan empat jet tempur Eurofighter lengkap dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Keputusan lanjutan terkait kontribusi negara lain akan dibahas dalam koordinasi NATO.

Dipicu Ketegangan Soal Greenland

Perencanaan misi Arctic Sentry dimulai setelah pertemuan Trump dan Rutte di Davos bulan lalu, saat isu Greenland memanas. Trump menyatakan AS membutuhkan Greenland demi kepentingan keamanan nasional, mengingat posisi strategis wilayah tersebut dalam mendeteksi serangan rudal jarak jauh.

Greenland merupakan wilayah otonom Denmark, yang juga anggota NATO. Trump bahkan sempat tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer serta mengancam tarif terhadap Denmark dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Namun dalam pertemuan di Davos, Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan untuk mengambil alih Greenland dan sepakat bahwa NATO akan memainkan peran lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan Arktik.

Sejumlah pemimpin Eropa menegaskan bahwa AS sebenarnya telah memiliki pangkalan militer di Greenland dan dapat menambah fasilitas berdasarkan perjanjian tahun 1951.

Dipimpin Komando NATO di AS

Misi Arctic Sentry—yang dalam istilah NATO disebut sebagai “enhanced vigilance activity”—akan dipimpin oleh Joint Force Command di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat.

Komandan Tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus G. Grynkewich, menegaskan bahwa misi ini menunjukkan komitmen aliansi untuk menjaga stabilitas di salah satu kawasan paling strategis dan menantang secara lingkungan di dunia.

Denmark menyatakan siap memberikan kontribusi signifikan dalam koordinasi erat dengan Greenland dan Kepulauan Faroe, meski rincian partisipasinya masih dalam tahap pembahasan.

Sementara itu, Inggris memastikan akan memainkan peran penting dalam Arctic Sentry. Pemerintah Inggris juga mengumumkan bahwa Joint Expeditionary Force (JEF) yang dipimpin Inggris akan menggelar aktivitas militer besar di kawasan Utara, termasuk di Islandia, Selat Denmark, dan Norwegia pada September mendatang.

JEF terdiri dari Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lituania, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Peluncuran Arctic Sentry menegaskan bahwa Arktik kini menjadi kawasan strategis baru dalam peta geopolitik global, terutama di tengah rivalitas kekuatan besar dan perubahan iklim yang membuka akses ekonomi serta militer di wilayah tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.