Akurat
Pemprov Sumsel

Remaja 16 Tahun Jadi Korban Meninggal Pertama di Australia akibat Alergi Daging Merah karena Gigitan Kutu

Fitra Iskandar | 26 Februari 2026, 17:43 WIB
Remaja 16 Tahun Jadi Korban Meninggal Pertama di Australia akibat Alergi Daging Merah karena Gigitan Kutu
Seorang remaja berusia 16 tahun di Australia dinyatakan sebagai korban meninggal pertama di negara tersebut akibat alergi daging merah langka yang dipicu oleh gigitan kutu. Foto: ABC

AKURAT.CO Seorang remaja berusia 16 tahun di Australia dinyatakan sebagai korban meninggal pertama di negara tersebut akibat alergi daging merah langka yang dipicu oleh gigitan kutu. Temuan ini disampaikan oleh koroner setelah penyelidikan hampir empat tahun sejak kejadian.

Korban, Jeremy Webb, warga Central Coast, New South Wales (NSW), meninggal dunia pada Juni 2022 setelah mengalami kolaps saat berkemah di kawasan MacMasters Beach. Saat itu, Jeremy diketahui mengonsumsi sosis daging sapi sebelum tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Teman-temannya sempat berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum Jeremy dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Awalnya, kematian Jeremy diduga akibat serangan asma. Namun, Wakil Koroner Negara Bagian NSW, Carmel Forbes, menyimpulkan bahwa penyebab utamanya adalah reaksi anafilaksis—reaksi alergi berat dan mendadak—setelah mengonsumsi daging mamalia. Reaksi tersebut kemudian memicu serangan asma fatal.

Kondisi langka yang dialami Jeremy dikenal sebagai alpha-gal syndrome, yaitu alergi terhadap daging merah seperti sapi, babi, dan domba yang dipicu oleh gigitan jenis kutu tertentu. Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa bereaksi terhadap gelatin dan lemak hewani.

Sheryl van Nunen dari lembaga riset Tick-Induced Allergies Research & Awareness dan National Allergy Centre of Excellence menyebut kasus Jeremy sebagai kematian pertama yang terdokumentasi di Australia akibat sindrom tersebut, dan baru yang kedua di dunia.

Alpha-gal syndrome tergolong langka dan dapat mengancam jiwa, meski kasus kematian akibat kondisi ini sangat jarang terjadi.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.