Serangan Udara AS dan Israel ke Iran Tewaskan Sejumlah Petinggi Garda Revolusi, Teheran Ancam Balasan

AKURAT.CO Serangan udara Israel terhadap sejumlah posisi militer di Iran pada Sabtu dilaporkan menimbulkan korban signifikan di tubuh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran. Informasi tersebut disampaikan sejumlah kantor berita semi-resmi Iran.
Kantor berita ISNA, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa gelombang awal serangan menewaskan dan melukai banyak personel IRGC, termasuk beberapa komandan operasional penting. Hingga kini, otoritas Iran belum merilis jumlah resmi korban jiwa maupun rincian identitas pejabat militer yang terdampak.
Serangan ini disebut sebagai salah satu aksi militer paling signifikan yang dilakukan Israel terhadap target di Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Serangan Meluas ke Sejumlah Kota
Kantor berita Mehr melaporkan bahwa ledakan tidak hanya terjadi di ibu kota Teheran. Serangan beruntun juga dilaporkan menghantam sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Lorestan.
Luasnya wilayah yang terdampak mengindikasikan adanya operasi terkoordinasi yang menyasar infrastruktur militer Iran di berbagai provinsi. Media Israel juga melaporkan bahwa pejabat senior Iran di Teheran menjadi target khusus dalam serangan tersebut, namun kondisi dan status mereka masih belum dapat dipastikan.
Israel Siapkan Operasi Empat Hari
Mengutip seorang pejabat keamanan, stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa pemerintah di Yerusalem tengah mempersiapkan fase awal operasi gabungan intensif selama empat hari terhadap Republik Islam Iran.
Laporan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa operasi ini bukan sekadar serangan balasan tunggal, melainkan bagian dari kampanye militer yang lebih panjang. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dilaporkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









