PBB Nyatakan 'Sangat Terganggu' atas Serangan AS-Israel terhadap Sekolah di Iran yang Menewaskan 160 Anak

AKURAT.CO Panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan “sangat terganggu” atas laporan tewasnya lebih dari 160 anak akibat pemboman sekolah putri Shajareh Tayyebeh di Iran selatan. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (4/3), mengutip berbagai laporan terkait insiden tersebut.
Sekolah yang berada di Kota Minab itu dilaporkan terkena serangan pada Sabtu, bertepatan dengan hari pertama serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Komite PBB untuk Hak-Hak Anak menyatakan prihatin atas laporan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang menyebabkan anak-anak terluka, mengalami trauma, dan kehilangan nyawa. “Komite khawatir atas laporan serangan terhadap fasilitas sipil yang melukai dan membuat anak-anak trauma, serta merenggut banyak nyawa anak,” demikian pernyataan resmi komite tersebut.
Komite menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi dari dampak perang. Badan tersebut terdiri dari 18 pakar independen yang bertugas memantau pelaksanaan Konvensi Hak-Hak Anak, termasuk perlindungan hak pendidikan dan perlindungan dari kekerasan.
Sementara itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada Selasa mendesak pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap hasilnya kepada publik. Namun, lembaga itu tidak secara langsung menyebut pihak yang diyakini bertanggung jawab.
Di pihak lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin menyatakan bahwa pasukan Amerika “tidak secara sengaja menargetkan sekolah.” Pemerintah Israel juga menyampaikan tengah menyelidiki insiden tersebut.
Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, sebelumnya telah menyampaikan surat kepada Kepala HAM PBB Volker Turk pada 1 Maret. Dalam surat itu, ia menyebut serangan terhadap sekolah tersebut sebagai tindakan “tidak dapat dibenarkan” dan “kriminal.”
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









