Akurat
Pemprov Sumsel

Ketika Nyali India Ciut Melihat Tamunya Kapal Perang Iran Tenggelam Ditorpedo AS

Fitra Iskandar | 6 Maret 2026, 09:08 WIB
Ketika Nyali India Ciut Melihat Tamunya Kapal Perang Iran Tenggelam Ditorpedo AS
Kapal Perang Iran IRS Dena saat di Brasil 2023. Foto: Reuters

AKURAT.CO India akhirnya angkat bicara pada Kamis (6/3), sehari setelah sebuah kapal perang Iran tenggelam akibat serangan torpedo dari kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai selatan Sri Lanka. Namun pernyataan resmi yang dikeluarkan New Delhi justru dinilai sangat hati-hati—bahkan cenderung menghindari inti peristiwa yang terjadi.

Alih-alih menyinggung siapa pelaku serangan atau kapal mana yang tenggelam, Angkatan Laut India hanya menyoroti perannya dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Padahal kapal yang tenggelam itu adalah IRIS Dena, fregat Angkatan Laut Iran yang belum lama ini menjadi tamu dalam latihan maritim internasional yang diselenggarakan India di Visakhapatnam.

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Laut India hanya menyebut bahwa panggilan darurat diterima oleh Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Colombo pada dini hari 4 Maret 2026, berdasarkan laporan dari Angkatan Laut Sri Lanka.

Kapal tersebut, menurut pernyataan itu, berada sekitar 20 mil laut di barat Galle, di wilayah pencarian dan penyelamatan yang menjadi tanggung jawab Sri Lanka.

Tidak ada penyebutan bahwa kapal itu milik Iran. Tidak ada pula kalimat yang menyinggung bahwa kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat.

Baca Juga: Kapal Perang Iran Tenggelam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS di Dekat Perairan Sri Lanka

Fokus pada Operasi Penyelamatan

Setelah menerima laporan darurat, Angkatan Laut India menyatakan segera mengerahkan bantuan.

Sekitar pukul 10.00, India mengirim pesawat patroli maritim jarak jauh untuk membantu operasi pencarian yang dipimpin Sri Lanka. Sebuah pesawat lain yang membawa rakit penyelamat yang dapat dijatuhkan dari udara juga disiagakan untuk dikerahkan kapan saja.

Kapal layar pelatihan INS Tarangini yang kebetulan berada di dekat lokasi juga diarahkan menuju area pencarian dan tiba sekitar pukul 16.00.

Namun saat kapal itu tiba, operasi pencarian sudah berlangsung lebih dulu oleh Angkatan Laut Sri Lanka bersama sejumlah lembaga lainnya.

India kemudian mengirim kapal survei INS Ikshak dari Kochi untuk membantu pencarian korban. Kapal tersebut hingga kini masih berada di lokasi untuk mencari awak kapal yang mungkin masih selamat.

Tragedi di Laut Selatan Sri Lanka

Dampak tenggelamnya kapal tersebut cukup besar.

Otoritas rumah sakit di kota Galle menyebut tim penyelamat militer telah mengevakuasi 87 jenazah korban dari laut.

Sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu sekitar 60 orang lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 awak yang berada di kapal ketika insiden terjadi.

Baca Juga: Iran Mengecam Keras, Kapal Perang yang Ditorpedo AS Lagi Jadi Tamu Angkatan Laut India

Kapal yang Baru Saja Menjadi Tamu India

Ironisnya, kapal perang Iran itu baru saja menghadiri International Fleet Review dan latihan multilateral Milan 2026, sebuah latihan maritim besar yang diselenggarakan India bulan lalu.

Ketika kapal tersebut tiba di Visakhapatnam pada pekan ketiga Februari, Angkatan Laut India bahkan menyambutnya dengan hangat sebagai tamu dalam latihan tersebut.

Namun perjalanan pulang kapal itu berubah menjadi tragedi ketika diserang di laut dekat Sri Lanka.

Kritik dari Oposisi

Sikap diam pemerintah memicu kritik dari oposisi di dalam negeri.

Partai oposisi Kongres India menyatakan terkejut melihat pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi tidak segera bereaksi terhadap insiden tersebut.

Tokoh Partai Kongres, Pawan Khera, mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah kapal angkatan laut yang datang sebagai tamu India justru ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat di dekat perairan India. Ia pun menyindir bahwa India seperti tidak memiliki harga diri di hadapan Washington dan Tel Aviv.

“Apakah India sudah tidak memiliki pengaruh di lingkungannya sendiri? Ataukah ruang itu juga telah diam-diam diserahkan kepada Washington dan Tel Aviv?” ujarnya.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.