Ketika Nyali India Ciut Melihat Tamunya Kapal Perang Iran Tenggelam Ditorpedo AS

AKURAT.CO India akhirnya angkat bicara pada Kamis (6/3), sehari setelah sebuah kapal perang Iran tenggelam akibat serangan torpedo dari kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai selatan Sri Lanka. Namun pernyataan resmi yang dikeluarkan New Delhi justru dinilai sangat hati-hati—bahkan cenderung menghindari inti peristiwa yang terjadi.
Alih-alih menyinggung siapa pelaku serangan atau kapal mana yang tenggelam, Angkatan Laut India hanya menyoroti perannya dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.
Padahal kapal yang tenggelam itu adalah IRIS Dena, fregat Angkatan Laut Iran yang belum lama ini menjadi tamu dalam latihan maritim internasional yang diselenggarakan India di Visakhapatnam.
Dalam pernyataan resminya, Angkatan Laut India hanya menyebut bahwa panggilan darurat diterima oleh Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Colombo pada dini hari 4 Maret 2026, berdasarkan laporan dari Angkatan Laut Sri Lanka.
Kapal tersebut, menurut pernyataan itu, berada sekitar 20 mil laut di barat Galle, di wilayah pencarian dan penyelamatan yang menjadi tanggung jawab Sri Lanka.
Tidak ada penyebutan bahwa kapal itu milik Iran. Tidak ada pula kalimat yang menyinggung bahwa kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat.
Baca Juga: Kapal Perang Iran Tenggelam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS di Dekat Perairan Sri Lanka
Fokus pada Operasi Penyelamatan
Setelah menerima laporan darurat, Angkatan Laut India menyatakan segera mengerahkan bantuan.
Sekitar pukul 10.00, India mengirim pesawat patroli maritim jarak jauh untuk membantu operasi pencarian yang dipimpin Sri Lanka. Sebuah pesawat lain yang membawa rakit penyelamat yang dapat dijatuhkan dari udara juga disiagakan untuk dikerahkan kapan saja.
Kapal layar pelatihan INS Tarangini yang kebetulan berada di dekat lokasi juga diarahkan menuju area pencarian dan tiba sekitar pukul 16.00.
Namun saat kapal itu tiba, operasi pencarian sudah berlangsung lebih dulu oleh Angkatan Laut Sri Lanka bersama sejumlah lembaga lainnya.
India kemudian mengirim kapal survei INS Ikshak dari Kochi untuk membantu pencarian korban. Kapal tersebut hingga kini masih berada di lokasi untuk mencari awak kapal yang mungkin masih selamat.
Tragedi di Laut Selatan Sri Lanka
Dampak tenggelamnya kapal tersebut cukup besar.
Otoritas rumah sakit di kota Galle menyebut tim penyelamat militer telah mengevakuasi 87 jenazah korban dari laut.
Sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu sekitar 60 orang lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 awak yang berada di kapal ketika insiden terjadi.
Baca Juga: Iran Mengecam Keras, Kapal Perang yang Ditorpedo AS Lagi Jadi Tamu Angkatan Laut India
Kapal yang Baru Saja Menjadi Tamu India
Ironisnya, kapal perang Iran itu baru saja menghadiri International Fleet Review dan latihan multilateral Milan 2026, sebuah latihan maritim besar yang diselenggarakan India bulan lalu.
Ketika kapal tersebut tiba di Visakhapatnam pada pekan ketiga Februari, Angkatan Laut India bahkan menyambutnya dengan hangat sebagai tamu dalam latihan tersebut.
Namun perjalanan pulang kapal itu berubah menjadi tragedi ketika diserang di laut dekat Sri Lanka.
Kritik dari Oposisi
Sikap diam pemerintah memicu kritik dari oposisi di dalam negeri.
Partai oposisi Kongres India menyatakan terkejut melihat pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi tidak segera bereaksi terhadap insiden tersebut.
Tokoh Partai Kongres, Pawan Khera, mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah kapal angkatan laut yang datang sebagai tamu India justru ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat di dekat perairan India. Ia pun menyindir bahwa India seperti tidak memiliki harga diri di hadapan Washington dan Tel Aviv.
“Apakah India sudah tidak memiliki pengaruh di lingkungannya sendiri? Ataukah ruang itu juga telah diam-diam diserahkan kepada Washington dan Tel Aviv?” ujarnya.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







