PM Belanda Rob Jetten Kritik Aksi Amerika Serikat-Israel Menyerang Iran

AKURAT.CO Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menyatakan serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak sejalan dengan hukum internasional. Namun ia juga mengakui Iran selama ini menimbulkan ancaman terhadap stabilitas kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Jetten dalam konferensi pers mingguan di The Hague, Jumat (7/3/2026).
“Baik serangan terhadap Iran pekan lalu maupun pembalasan yang tidak dapat diterima dari Iran terhadap negara-negara di kawasan berada di luar kerangka hukum internasional,” kata Jetten kepada wartawan.
Pernyataan tersebut menunjukkan posisi pemerintah Belanda mulai mendekati sejumlah negara Eropa lain, seperti Spanyol dan Prancis, yang mempertanyakan legalitas perang tersebut.
Baca Juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf kepada Negara Tetangga yang Sempat Diserang
Meski demikian, Jetten mengatakan pemerintah Belanda memahami alasan di balik serangan awal terhadap Iran, mengingat ancaman yang selama ini ditimbulkan Teheran terhadap rakyatnya sendiri maupun stabilitas kawasan.
Ia menegaskan komunitas internasional tetap harus mempertahankan prinsip hukum internasional dan mengupayakan solusi diplomatik, meskipun situasi saat ini sulit.
Pertanyakan Tujuan Operasi Militer
Jetten juga mempertanyakan tujuan akhir dari kampanye militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Pertanyaan utamanya adalah: kapan serangan ini akan dianggap berhasil?” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah Belanda perlu memahami terlebih dahulu tujuan dan strategi di balik operasi militer tersebut sebelum menentukan apakah mendukung metode yang digunakan Washington dan Tel Aviv.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tujuan utama kebijakan negaranya terhadap Iran adalah “penyerahan tanpa syarat” dari kepemimpinan Republik Islam tersebut.
Belanda Diminta Dukung Kapal Induk Prancis
Dalam kesempatan yang sama, Jetten juga mengungkapkan bahwa Prancis meminta dukungan Belanda untuk operasi pertahanan kapal induk Charles de Gaulle aircraft carrier di kawasan Laut Mediterranea.
Permintaan tersebut akan dipertimbangkan pemerintah Belanda selama akhir pekan sebelum keputusan resmi diambil.
Sumber: Politico
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







