Akurat
Pemprov Sumsel

Setelah Dikritik Keras, PM Inggris Keir Starmer Menelepon Donald Trump

Fitra Iskandar | 9 Maret 2026, 08:59 WIB
Setelah Dikritik Keras, PM Inggris Keir Starmer Menelepon Donald Trump
Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump. Foto: Reuters

AKURAT.CO Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (9/3). Sambungan komunikasi itu dilakukan kurang dari sehari setelah Trump kembali mengkritik pemimpin Inggris itu terkait dukungan terhadap kampanye militer AS terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi, kantor Starmer menyebut kedua pemimpin membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah serta kerja sama militer antara Inggris dan Amerika Serikat.

“Para pemimpin memulai pembicaraan dengan membahas situasi terbaru di Timur Tengah dan kerja sama militer antara Inggris dan AS melalui penggunaan pangkalan Royal Air Force (RAF) untuk mendukung pertahanan kolektif para mitra di kawasan,” kata juru bicara kantor Starmer.

Baca Juga: Kesalnya Trump kepada Inggris: Tolak Bantuan Kapal Induk, Tak Akan Lupakan Kurangnya Dukungan di Perang Iran

Pernyataan tersebut tidak menyinggung secara langsung kritik terbaru Trump. Sebelumnya, Trump menanggapi laporan bahwa Inggris kemungkinan akan mengirim kapal induk ke kawasan tersebut.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, “Kami tidak membutuhkan orang yang bergabung dalam perang setelah kami sudah menang.”

Selain membahas situasi keamanan kawasan, Starmer juga menyampaikan belasungkawa kepada Trump dan rakyat Amerika Serikat atas tewasnya enam tentara AS.

“Perdana Menteri juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Presiden Trump dan rakyat Amerika setelah kematian enam tentara AS. Kedua pemimpin berharap dapat kembali berbicara dalam waktu dekat,” ujar juru bicara tersebut.

 Sumber: Telegraph India

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.